BBM turun, harga komoditas tak ikut, ini alasan Disperindag Jatim

Selasa, 20 Januari 2015 | 19:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Banyaknya faktor yang mempengaruhi harga komoditas membuat penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium tidak serta merta menurunkan harga komoditas di pasaran. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jatim, Warno Harisasono, mengatakan masalah stok atau persediaan kerap menjadi faktor utama kenaikan atau penurunan harga komoditas. 

"Jadi meskipun harga BBM turun, banyak harga barang di pasar yang tidak secara otomatis turun. Akan membutuhkan waktu sampai harga barang di pasaran turun," kata Warno kepada wartawan di Surabaya, Selasa (20/1/2015).

Ia menambahkan, beberapa komoditas khususnya hortikultura sangat dipengaruhi masalah ketersediaan stok yang berkaitan dengan masalah musim.

Komoditas cabe misalnya, dalam beberapa waktu terakhir harganya sudah melambung, bahkan pada saat harga BBM belum dinaikkan. Kenaikan ini lebih dipengaruhi karena masalah musim yaitu kemarau panjang sehingga stok cabe menipis dan harga langsung melonjak tinggi.

Sedangkan ketika harga BBM berfluktasi saat ini, harga cabe justru sudah turun hingga di kisaran Rp 39 ribu. 

Sementara untuk komoditas lain yang harganya tetap tinggi seperti daging sapi, Hari menegaskan Jatim tidak akan impor daging sapi. Bahkan stok yang ada di Jatim sudah mampu memenuhi kebutuhan di dalam provinsi sendiri.

"Kalaupun ada daging impor, itu hanya untuk industri resto dan hotel. Walaupun faktanya juga banyak daging impor di pasar tradisional yang dibeli langsung oleh konsumen rumah tangga," tutur Hari. Untuk itu pihaknya terus bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan. kbc8

Bagikan artikel ini: