Mewujudkan satu hati dalam organisasi bisnis

Jum'at, 20 Maret 2015 | 08:09 WIB ET
Agitya Kusuma Kamalalya
Agitya Kusuma Kamalalya

Oleh Agitya Kusuma Kamalalya, Ketua V HIPMI Jatim, Managing Director kabarbisnis.com, alumnus Magister Manajemen Universitas Airlangga

---------------------------------------------------

"Kita semestinya satu hati meraih cinta..

Jangan ada lagi perbedaan.."

Sebuah lantunan lagu lawas milik grup legendaris Dewa 19 mengawali hari. Lagu yang bercerita tentang pasangan yang tengah berusaha mengatasi pertengkaran yang diakibatkan oleh perbedaan yang mereka miliki. Pada akhirnya, mereka menyadari bahwa mereka harus memiliki satu pandangan yang sama untuk meraih tujuan mereka, cinta.

Sama halnya dengan sebuah organisasi atau perusahaan. Betapa pentingnya memiliki sebuah landasan dasar yang sama untuk mencapai tujuan organisasi, landasan dasar yang umumnya tercetus di dalam visi dan misi perusahaan. Sehingga, harus disadari bahwa visi dan misi bukan semata barisan kalimat-kalimat nan indah, namun rangkaian mimpi dan tujuan yang harus dicapai.

Visi

Lalu, apa sebenarnya visi itu? Secara harfiah, visi bisa diartikan sebagai penglihatan atau pandangan. Pandangan mengenai tujuan jangka panjang perusahaan dan rencana yang akan dicapai perusahaan. Biasanya, dituangkan dalam sebuah kalimat yang singkat dan jelas, namun mencakup semua tujuan dan cita-cita perusahaan. Bukan hanya itu, di dalam sebuah visi hendaknya menekankan integritas dan nilai-nilai yang ingin ditanamkan.

Misi

Kerap kali sulit membedakan visi dengan misi. Pernyataan misi perusahaan lebih spesifik mengarahkan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Mungkin tidak cukup hanya satu. Biasanya visi dimanifestasikan ke dalam sejumlah kalimat pernyataan misi. Misi perusahaan lah yang menjadi panduan utama dalam seluruh proses pengambilan keputusan di perusahaan, sehingga bisa membantu seluruh elemen organisasi bersinergi dalam tugasnya untuk meraih tujuan perusahaan.

Dalam analogi sederhana, jika menjalankan perusahaan diibaratkan sebagai sebuah perjalanan menuju sebuah kota, maka visi adalah kota tujuan akhirnya dan misi adalah rencana-rencana yang harus dilakukan untuk menuju kota itu. Tanpa memiliki tujuan kota yang jelas, maka tak akan jelas pula ke mana kaki harus melangkah. Tanpa memiliki visi yang jelas, perusahaan tak dapat bergerak karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Begitu pula dengan misi. Tanpa ada rencana aksi yang jelas, sebuah perjalanan hanya akan menjadi sekedar angan-angan yang tidak bisa diwujudkan.

Begitu penting pernyataan visi dan misi yang saling bersinergi, sehingga menjadi dasar sebuah perusahaan bergerak bersama untuk mencapai tujuan akhirnya. Ketika perusahaan kehilangan arah, jadikan visi dan misi sebagai pedoman. Khususnya untuk bisnis baru, visi dan misi yang kuat akan menjadi pondasi bisnis yang baik. Jika tidak, bisa-bisa bisnis Anda akan memiliki cerita yang sama seperti lagu Dewa 19 di atas, diwarnai perbedaan dan penuh pertengkaran.

"Satu hati kita harus, kita harus satu hati... Satu hati, semestinya.."

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: