Serunya Festival Kuliner Sego Tempong di Banyuwangi

Senin, 30 Maret 2015 | 06:51 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Festival Kuliner Lokal Sego Tempong berlangsung meriah di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu pekan lalu (28/3/2015). Ajang wisata kuliner ini diikuti oleh 600 peserta yang ikut dalam perlombaan sego tempong yang disaksikan ribuan wisatawan dan warga. Sebelum mulai acara, salah seorang chef terkenal, Chef Marinka, ikut mengolah dan menyajikan sego tempong dengan estetika makanan berkelas.

”Sego tempong ini kelihatannya simpel ya, tapi begitu dimakan semuanya enak mulai nasinya, tahunya, pokoknya semuanya. Ini semua karena sambalnya yang mantap. Menurut saya makanan enak ya seperti ini,” kata Chef Marinka.

"Mengapa kuliner kami festivalkan? Karena salah satu tujuan utama wisatawan adalah kuliner. Dengan festival ini, pamor sego tempong bisa meningkat," imbuh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Tahun lalu, festival kuliner lokal Banyuwangi mengangkat tema rujak soto, makanan khas setempat yang memadupadankan bumbu rujak dan soto.

Sego tempong sendiri adalah makanan khas Banyuwangi yang terkenal pedasnya. Tempong diartikan sebagai dipukul dengan keras. Jadi, saat menikmati makanan sego tempong, kita seakan-akan sedang dipukul karena rasanya yang sangat pedas. Menunya terdiri atas tahu, tempe, ikan asin, dan gimbal jagung (dadar jagung). Sayurnya juga khas, yaitu sayur bayam, selada air, terung rebus, dan sayur sawi.

"Kami sengaja menggelar event ini agar wisatawan bisa menikmati kuliner khas Banyuwangi, karena selain memiliki sejumlah destinasi wisata, Banyuwangi kaya akan kuliner yang mempunyai cita rasa tersendiri," ujarnyas.

Festival Sego Tempong, kata Anas, merupakan bagian dari pengembangan wisata kuliner untuk memberdayakan masyarakat sebagai pelaku ekonomi. Dengan festival ini, cita rasa dan penampilan sego tempong akan meningkat. Penjual mengerti bagaimana cara penyajian yang menarik wisatawan. "Tindak lanjutnya nanti kami ingin setiap wisatawan yang datang ke Banyuwangi akan mencari segotempong,” ujar Anas.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Banyuwangi, Alief Kartiono menambahkan, festival ini dibagi menjadi sejumlah kategori. Di antaranya kategori pedagang warung/depot dan umum, hotel dan restoran.

Event ini bagian dari upaya meningkatkan rasa, kebersihan, dan cara penyajian sego tempong. Ini kami maksudkan untuk ikut mem-branding warung sego tempong, sehingga publik langsung bisa tahu warung sego tempong mana yang paling enak dan bersih,” kata Alief.

Selain untuk mem-branding warung sego tempong, tujuan festival ini untuk mem-branding makanan khas Banyuwangi, dengan harapan setiap hotel dan restoran bisa selalu menyediakannya. Sehingga setiap ada tamu yang ingin mencicipi kuliner khas Banyuwangi bisa langsung tersedia. kbc8

Bagikan artikel ini: