Hari Film Nasional, HIPMI Jatim bikin program 20 kali nobar film Indonesia

Senin, 30 Maret 2015 | 12:22 WIB ET
Film
Film "Guru Bangsa"

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bersamaan dengan momentum Hari Film Nasional yang diperingati setiap 30 Maret 2015, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur menargetkan akan menyelenggarakan program HIPMI Nonton Bareng (HIPMI Nobar) film nasional sebanyak 20 kali pada tahun ini.

"Ini sebagai bentuk dukungan kami pada kemajuan industri film nasional. Tahun ini makin banyak film nasional dengan kualitas bagus, seperti Guru Bangsa: Tjokroaminoto, Filosofi Kopi, dan Bulan di Atas Kuburan. Kami akan selenggarakan 20 kali nobar, dimulai April dengan nobar film Guru Bangsa dan Filosofi Kopi," ujar Ketua Umum HIPMI Jatim Giri Bayu Kusumah.

Giri mengatakan, program HIPMI Nobar akan diselenggarakan di Surabaya, Malang, Jember, Kediri, dan Banyuwangi. Di setiap nobar yang digelar di bioskop-bioskop yang ada, ditargetkan 50 anggota HIPMI bisa ikut serta menikmati film karya anak bangsa.

Menurut Giri, film nasional harus terus mendapat dukungan di tengah serbuan film impor dari Hollywood. Sub-sektor film yang merupakan bagian dari sektor industri kreatif mampu memberikan kontribusi lebih dari Rp8,4 triliun ke PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia.

"Saat ini, jurusan perfilman di perguruan tinggi juga makin marak. Demikian pula kursus-kursus singkat pembuatan film. Sektor ini bisa menjadi salah satu penopang ekonomi nasional jika benar-benar mampu dikapitalisasikan," kata Giri.

Karena itulah, lanjut Giri, HIPMI Jatim terus berkomitmen mengembangkan sektor perfilman nasional. Selain berupaya menciptakan creativepreneur di bidang perfilman dengan terus menyebarkan virus wirausaha di kalangan generasi muda, HIPMI Jatim secara konkrit menggelar acara nonton bareng.

"Hari ini bertepatan dengan Hari Film Nasional, kami siapkan program HIPMI Nobar. Kami sudah koordinasi dengan pengurus HIPMI di sejumlah kota/kabupaten di Jatim untuk ikut menyukseskan program HIPMI Nobar. Saat nobar nanti, kami juga menyebarkan brosur dari HIPMI Jatim untuk mengajak masyarakat luas mendukung pengembangan industri film nasional," jelasnya.

Seperti diketahui, hari ini diperingati sebagai Hari Film Nasional. Tanggal 30 Maret dijadikan Hari Film Nasional bertepatan dengan film berjudul "Darah dan Doa" yang disebut sebagai penanda perjalanan sejarah film Indonesia. Film yang disutradarai Usmar Ismail itu merupakan film pertama yang berciri khas asli Indonesia. Film "Darah dan Doa" itu disutradarai orang Indonesia asli dan diproduksi perusahaan milik orang Indonesia, yakni Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini). Momen pengambilan gambar pertama film ini pada 30 Maret 1950 kemudian dijadikan sebagai sebagai Hari Film Nasional. kbc5

Bagikan artikel ini: