Suntik Rp1 triliun, Mayapada bangun rumah sakit di lima kota ini

Senin, 30 Maret 2015 | 15:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mayapada Grup melalui PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), induk usaha Mayapada Hospital, menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk membangun lima rumah sakit di lima kota di Indonesia.

CEO Mayapada Group Dato’ Sri Tahir mengatakan, ekspansi akan segera dilakukan pada tahun ini. Perseroan sendiri menargetkan pembangunan rumah sakit butuh waktu dua tahun. Artinya, pada 2017, jumlah unit Mayapada Hospital akan bertambah menjadi tujuh unit rumah sakit dari saat ini dua rumah sakit.

“Kami akan ekspansi ke Surabaya, Bandung, Balikpapan, dan Banjarmasin. Plus bangun yang di Lebak Bulus, land bank-nya masih luas, kami akan bikin satu kompleks terintegrasi,” ungkap Tahir, akhir pekan lalu.

Terkait sumber pendanaan ekspansi, Tahir menjelaskan, Mayapada Group akan menyuntikkan modal kepada Sejahteraraya Anugrahjaya sebesar Rp 1 triliun. Transaksi tersebut akan dilangsungkan melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada Semester II-2015.

Tahir mengemukakan, ekspansi yang akan dilangsungkan merupakan upaya perseroan untuk mengukuhkan bisnisnya di bidang pelayanan kesehatan. “Saya bukan ingin bangun rumah sakit yang kecil-kecil, tapi rumah sakit yang kompleks, one stop seperti Stanford Hospital. Orang bukan cari dokter tapi cari rumah sakitnya, artinya ada jaminan bahwa semuanya pasti bagus, dokternya bagus,” papar dia.

Lebih lanjut, Tahir menilai bisnis layanan rumah sakit memiliki prospek bagus. Hal ini sesuai dengan pemaparan di Davos Economic Forum yang menyatakan bahwa perputaran uang di dunia akan lari ke tiga sektor yaitu perbankan, teknologi, dan healthcare.

Sementara itu, tahun ini Mayapada Group juga menyuntikkan modal kepada anak usaha lainnya, PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) melalui aksi rights issue. “Kami bulan Januari lalu baru suntik modal Rp 500 miliar ke Bank Mayapada. Nanti, bulan enam (Juni) kami setor lagi Rp 650 miliar jadi tahun ini totalnya Rp 1,15 triliun,” tutur Tahir. kbc10

Bagikan artikel ini: