Uang pensiun PNS dibayar sekaligus, ancaman kemiskinan hingga kawin lagi

Selasa, 31 Maret 2015 | 07:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tidak akan menerapkan kebijakan untuk menghapus mekanisme penyaluran uang pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dibayarkan setiap bulan, dan akan diubah menjadi dibayarkan sekaligus di muka. Mekanisme tersebut dikhawatirkan akan menambah angka kemiskinan di Indonesia. 

Hal ini disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Yuddy Chrisnandi di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/3/2015).

Menurutnya, tingkat kemiskinan bisa meningkat karena rata-rata PNS tidak dididik menjadi wirausaha, sehingga uang pensiun tidak digunakan untuk usaha, melainkan untuk hal-hal konsumtif.

"Nanti malah justru menambah angka kemiskinan. Sementara itu dalam setahun 125 ribu orang pensiun. dalam lima tahun sudah jutaan," jelas Yuddy di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/3/2015).

Menurut Yuddy, tingkat harapan hidup orang Indonesia semakin meningkat, dengan rata-rata umurnya mencapai hingga 67 tahun. Dengan demikian, jika pegawai pemerintahan pensiun di usia 58 tahun, maka ada waktu 10 tahun untuk mereka memikirkan kehidupannya kelak.

"Kalau tidak bisa gunakan uangnya dan habis, kan tingkat kemiskinan kita akan bertambah. Makanya pemerintah tidak memiliki wacana untuk mengganti uang pensiun PNS dengan pesangon," paparnya.

Secara pribadi pun, Yuddy menolak mengenai ide dari perubahan pembayaran uang pensiun tersebut.

"Secara pribadi enggak (setuju). Karena saya khawatir nanti bagaimana kalau setelah pensiun ketemu mojang (gadis), ya kan lagi punya uang, ada mobil baru beli, ada sawah baru beli," tukasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: