Qiscus siap bersaing di pasar messaging Indonesia

Rabu, 22 April 2015 | 13:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dunia messaging di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran satu pemain baru. Namanya Qiscus, hasil kolaborasi pengembang aplikasi asal Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Layanan yang ditawarkan oleh Amin Nordin, Evan Purnama, Muhammad Md Rahim, dan Delta Purna Widyangga ini berbeda dengan messaging seperti Whatsap, BlackBerry Messenger, Line, dan sejenisnya.

Pasalnya, sejak keempat founder itu mendirikan perusahaan bernama Qiscus Pte Ltd pada 20 September 2013 di Singapura, fokus mereka adalah membuat sistem pesan untuk aplikasi kerja perusahaan.

"Fokus kami lebih ke enterprise messaging," kata Amin Nordin yang dipercaya oleh teman-temannya sebagai CEO perusahaan, di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Selama dua tahun, startup yang bermula dari para mahasiswa di Nanyang Technology University ini pun perlahan mulai tumbuh dan mendapat pendanaan dari empat investor.

Empat investor itu adalah Captii Sdn Bhd dari Malaysia, Spaze Ventures Pte Ltd dari Singapura, PT Sinergitas Mandiri Infokom dari Indonesia, dan satu lagi investor perorangan bernama Henry Setiawan.

"Modal awal kami SGD 65 ribu. Kemudian dari investor kami dapat tambahan SGD100 ribu. Dan yang terakhir kami masih on progress dan mau closing di angka investasi SGD250 ribu," ungkap Amin Nordin.

Sejauh ini, sudah ada 250 perusahaan korporat yang menggunakan jasa layanan enterprise messaging ini dengan ribuan jumlah akun pengguna. Untuk memperluas pasarnya, Qiscus pun terus melebarkan sayap di negara-negara asal keempat founder tersebut, salah satunya di Indonesia.

"Fokus kami di perusahaan perbankan, finance, migas, dan berbagai sektor lainnya yang membutuhkan aplikasi pesan instan korporat agar mempermudah diskusi internal dan mempercepat pengambilan keputusan," jelasnya lebih lanjut.

Meskipun berkantor pusat di Singapura, namun saat ini Qiscus memiliki 26 karyawan dan mengoperasikan kantor penjualannya di Jakarta dan Kuala Lumpur. Sedangkan untuk riset dan pengembangan teknologi (R&D), dipusatkan di Yogyakarta.

Qiscus sendiri bisa didownload secara gratis bagi pengguna individu desktop dan mobile seperti BlackBerry, iOS, dan Android. Sedangkan untuk versi premiumnya, Qiscus mematok harga mulai dari SGD3 per untuk tiap pengguna per bulan. kbc10

Bagikan artikel ini: