Pengangguran di Jatim makin banyak

Rabu, 06 Mei 2015 | 23:02 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Melemahnya kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan I/2015 berdampak negatif terhadap serapan tenaga kerja.  Akibatnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPK) di Jatim pada Februari 2015 makin tinggi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, M Sairi Hasbullan mengatakan, dibanding Februari 2014, jumlah pengangangguran di Jatim saat ini terbilang lebih besar. Jika pada tahun lalu TPK Jatim berada dikisaran 4,02%, di tahun ini justru melonjak menjadi 4,31%.

Sementara data BPS menunjukkan, dari 20,69 juta penduduk angkatan kerja, yang sudah bekerja saat ini mencapai 19,8 juta orang. Sisanya masih menganggur. Jumlah tersebut berkurang sebesar 85.000 orang dibanding kondisi pada Februari tahun lalu yang mencapai 19,88 juta orang.

"Ini karena jumlah tenaga kerja di berbagai sektor penggerak ekonomi Jatim banyak yang mengalami pengurangan. Sektor pertanian misalnya, pada triwulan I/2015 berkurang 119.000 tenaga kerja," ujar M Sairi Hasbullah di Surabaya, Rabu (6/5/2015).

Selain sektor pertanian, pengurangan tenaga kerja juga terjadi di sektor pertambangan dan penggalian yang mencapai 23.000 orang dan tenaga kerja di sektor industri pengolahan berkurang 64.000 orang, listrik, gas dan air minum berkurang 8.000 orang. Selain itu, sektor perdagangan dan transportasi juga turut mengalami pengurangan tenaga kerja.

"Hanya sektor konstruksi, lembaga keuangan dan jasa-jasa saja yang mengalami penambahan tenaga kerja. Untuk sektor konstruksi bertambah 18,12% dan lembaga keuangan serta jasa-jasa bertambah 17,32%," katanya.

Dengan kondisi tersebut, maka jumlah pengangguran di Jatim menjadi semakin besar dan bertambah sebesar 60.000 orang. Saat ini, ujarnya, jumlah pengangguran di Jatim mencapai 892.020 orang, naik dibanding Februari 2014 yang mencapai 832.380 orang.

Sementara sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar masih didominasi oleh sektor pertanian dengan jumlah tenaga kerja sebesar 7,212 juta tenaga kerja, disusul sektor perdagangan yang mampu menyerap 4,148 juta tenaga kerja dan jasa kemasyarakatan menyerap 2,950 juta. Sementara sektor industri menyerap sebesar 2,780 juta tenaga kerja.kbc6

Bagikan artikel ini: