Apindo dan OJK usulkan iuran jaminan pensiun 1,5%

Selasa, 19 Mei 2015 | 08:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemeritah saat ini tengah menyusun skema besaran iuran program Jaminan Pensiun. Atas hal ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan besaran iuran program Jaminan Pensiun sebesar 1,5%. Besaran iuran ini lebih rendah dibanding usulan Kementerian Ketenagakerjaan yang sebesar 8%.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani menjelaskan, besaran iuran 1,5% sudah cukup untuk memenuhi tingkat penghasilan pensiun (TPP) sebesar 40% seperti yang direkomendasikan International Labour Organization (ILO). “Kalau iurannya sampai 8% itu terlalu besar,” terang dia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Lagipula, jelas Hariyadi, manfaat pensiun pertama dibayarkan setelah 15 tahun masa iuran. Dengan demikian, besaran iuran sebesar 8% bisa menimbulkan dana kelolaan yang menumpuk cukup besar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. “Daripada dananya menumpuk di BPJS Ketenagakerjaan, lebih baik dananya tetap beredar di masyarakat,” kata dia.

Menurut Hariyadi, besaran 1,5% juga sesuai dengan kemampuan pengusaha. “Kalau iurannya terlalu besar dikhawatirkan tidak comply dengan keuangan pengusaha,” ujar dia.

Usulan mengenai besaran 1,5% sudah disampaikan Apindo ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Hariyadi berharap, usulan tersebut bisa dipertimbangkan sebelum pemberlakuan program Jaminan Pensiun pada 1 Juli 2015.

Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Dumoly F Pardede menjelaskan, OJK juga memiliki peran dalam pemberlakuan Jaminan Pensiun ini. Pasalnya, industri dana pensiun (dapen) dan industri jasa keuangan yang berkaitan dengan program Jaminan Pensiun berada di bawah regulasi OJK.

Dalam hal ini, OJK bersama Apindo mengusulkan besaran iuran Jaminan Pensiun sebesar 1,5%. Besaran iuran ini sudah cukup untuk memenuhi TPP 40%, karena program jaminan pensiun yang diselenggarakan negara didasarkan pada manfaat pasti. “Lagipula besaran iuran ini akan meningkat bertahap setiap tiga tahun. Negara lain yang melakukan program Jaminan Pensiun juga memulainya dengan besaran iuran yang rendah,” jelas Dumoly. kbc10

Bagikan artikel ini: