Mulai hari ini, Pemprov Jatim bikin operasi pasar, ini harganya

Selasa, 16 Juni 2015 | 18:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Mulai Selasa (16/6) hari ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur menggelar Operasi Pasar (OP) bantuan ongkos angkut. Di OP ini Disperindag menjual beras premium dengan harga Rp 8.500 kg. Kemudian minyak goreng kemasan botol Rp 10.000/liter, gula pasir kemasan Rp 11 500/Kg dan tepung terigu segitiga biru kemasan Rp 7.500/kg.

Kepala Disperindag, Budi Warno Harisasono, melaui Kepala Bidang Dalam Negeri (PDN) Anny Mulyandari Kartini saat Meninjau Op di Pasar Wonokromo, Surabaya, Selasa (16/6) mengatakan, pelaksanaan OP bantuan distribusi ongkos angkut menjelang Puasa hingga mendekati Lebaran dilakukan secara serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

OP dimulai 16 Juni hingga 15 Juli 2015 (H-2) Lebaran dan dilaksanakan secara serentak di berbagai pasar tradisional Kab/Kota di Jawa Timur. Khusus di Surabaya OP dilaksanakan di empat pasar tradisional, yakni Pasar Wonokromo, Pasar Tambakrejo, Pasar Soponyono Baru Rungkut, dan Pasar Pucang. Sementara di setiap kabupaten/kota hanya disiapkan satu sampai dua titik di setiap pasar tradisional.

Dalam OP, harga beras premium dari Bulog Rp 9.750 mendapat bantuan ongkos angkut sebesar Rp 1.250/kg, sehingga emnjadi Rp 8.500/kg. Harga gula pasir Bulog Rp 12.500/kg mendapat subsidi ongkos angkut Rp 1000/kg, sehingga emnjadi Rp 11500 kg.     Kemudian harga tepung terigu Rp 8.000/kg mendapat subsidi Rp 500/kg sehingga menjadi Rp 7.500/kg, dan harga minyak goreng kemasan botol non subsidi Rp 11.250/liter mendapat subsidi Rp 1250 liter sehingga harga OP hanya Rp 11500/liter.

OP bantuan ongkos angkut dilakukan untuk  mengantisipasi lonjakan harga yang disebabkan naiknya permintaan beberapa bahan pokok menjelang Puasa dan Lebaran.    

OP dimulai 16 Juni hingga 15 Juli 2014 (H-2) Lebaran dan dilaksanakan secara serentak di berbagai pasar tradisional Kab/Kota di Jawa Timur. Khusus di Surabaya OP dilaksanakan di Pasar Wonokromo, Pasar Tambakrejo, Pasar Soponyono Baru Rungkut dan Pasar Pucang. Sedangkan di setiap kabupaten/kota hanya disiapkan satu sampai dua titik di setiap pasar tradisional.

Meskipun harga bahan pokok OP subsidi ongkos angkut cukup murah namun masyarakat tidak boleh memborong terlalu banyak. Panitia membatasi setiap pembeli bahan pokok OP cuma 5 kg untuk beras, gula pasir dan tepung terigu masing-masing dua kilo gram dan minyak goreng dua botol kemasan botol satu liter.

Setiap titik op panitia menyiapkan beras 750/kg, gula pasir 750 kg, tepung terigu 500 kg dan minyak goreng 600-750 botol kemasan 1 liter setiap titik pasar setiap hari. Untuk OP selama satu bulan disiapkan beras 1.750 ton,gula pasir 1750 ton, 1.400 ton dan minyak goreng 900 ton.

Dengan dipersiapkan ongkos angkut distribusi dan pelaksanakaan operasi pasar empat bahan pokok diharapkan masyarakat bisa mendapatkan harga sama dengan harga pabrikan yang berdampak pada stabil harga. Kemudian pada akhirnya bisa menekan dan terkendalinya laju inflasi khususnya pada bahan pokok makanan dan minuman.

Stok bahan pokok di Jawa Timur cukup tersedia maka diimbau kepada masyarakat agar tidak membeli bahan pokok berlebihan. "Karena OP akan berlangsung selama satu bulan, oleh sebab itu masyarakat jangan memborong, sekali lagi belilah bahan pokok sesuai dengan kebutuhan," ujarnya seperti dikutip laman resmi Pemprov Jatim. kbc9

Bagikan artikel ini: