Usulan pembentukan crisis centre, Menkeu: Saya harus bilang RI krisis terus bubar, begitu?

Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro enggan menanggapi dengan serius saran sejumlah pihak, seperti Aburizal Bakrie (ARB) dan Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad agar pemerintah membentuk pusat krisis.

Sebagaimana diketahui, usulan kepada pemerintah untuk membentuk pusat krisis guna mengatasi depresiasi nilai tukar yang menembus 14.000 per dolar AS.

Bambang menegaskan, perekonomian Indonesia masih terkendali. Meskipun rupiah dan bursa saham Indonesia rontok. "Saya harus bilang krisis terus bubar gitu? Nggak. Kondisi masih terkendali. Tidak krisis atau jauh dari krisis," ujarnya saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR-RI, Jakarta, Selasa (25/8).

Dibanding 1998, kata Bambang, kinerja ekonomi Indonesia saat ini masih baik. Itu terlihat dari data pertumbuhan ekonomi masih positif, transaksi perdagangan surplus, dan defisit neraca transaksi berjalan menurun.

"Belum lagi perbankan, kredit macet, rasio kecukupan modal masih dalam kondisi bagus," katanya.

Dia menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk mengantisipasi dampak lanjutan ekonomi global. Jika pelemahan rupiah berlanjut, pemerintah bisa mengubah asumsi nilai tukar rupiah tahun depan.

"Dibuat lebih tinggi pokoknya. Pembahasan pertengahan September. Kami bicara realistis tahun depan seperti apa. Jadi kita terbuka ada rentang yang kita ambil di tingkat realistis. Pokoknya kita jaga terus,” kata Bambang. kbc10

Bagikan artikel ini: