Junior Chamber Internasional siap digandeng Pemkot Surabaya atasi masalah kepemudaan

Senin, 31 Agustus 2015 | 17:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Organisasi kepemudaan internasional Junior Chamber Internasional (JCI) siap bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pemberdayaan pemuda di Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya ternyata amsih memiliki masalah sumber daya manusia khususnya pada anak-anak muda usia sekolah dan usia produktif.

President JCI East Java, Felix Soesanto, mengatakan JCI yang merupakan wadah para pemuda pengusaha berharap bisa berkontribusi terhadap penyelesaian masalah perkotaan, salah satunya dengan membantu pemberdayaan pemuda.

"Dengan anggota kami yang mempunyai latar belakang sebagai pengusaha dari berbagai bidang, kami ingin ikut berpartisipasi mendukung program Pemerintah Kota Surabaya dalam mencari solusi permasalahan pemuda, baik melalui pemberian pelatihan maupun akses kepada dunia usaha yang lebih luas. Diharapkan, nantinya melalui sinergi dengan program dari Pemkot Surabaya kami bisa ikut menyelesaikan masalah-masalah terkait kepemudaan di Surabaya," katanya ditemui di sela audiensi Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di Kantor Walikota Surabaya, Senin (31/8/2015).

Felix menyebutkan, salah satu langkah yang ditawarkan oleh JCI dalam mengembangkan potensi pemuda di Surabaya khususnya dalam bidang ekonomi adalah dengan mengajak pemuda-pemuda pengusaha UMKM di Surabaya untuk ikut mempresentasikan produk mereka di acara World Congress JCI 2015 di Jepang pada bulan November nanti.

Dengan mempresentasikan produknya dihadapan delegasi JCI dari seluruh dunia, diharapkan terbuka pasar yang lebih luas bagi pengusaha-pengusaha asal Surabaya.

Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan selama ini masalah pemberdayaan pemuda menjadi pekerjaan rumah utama Pemkot yang belum bisa teratasi.

"Sebeneranya di Surabaya ini masih ada fenomena besar anak-anak muda yang tidak mau bersekolah, atau sudah lulus sekolah namun tidak mau bekerja, dan ini menjadi masalah besar bagi Pemkot. Kami berharap pihak-pihak luar seperti JCI ini bisa turut berpartisipasi dalam menghadapi masalah sosial ini," kata Tri Risma.

Salah satu masalah sosial di Surabaya adalah anak-anak muda yang tergabung dalam Bonek (Bondho Nekat). Para Bonek, yang awalnya merupakan kumpulan suporter klub sepakbola Persebaya Surabaya, kini melebar menjadi masalah sosial dimana anak-anak muda ini cenderung melakukan tidakan anarkis ketika berkumpul.

Pemkot Surabaya, kata Tri Risma, sudah mencari berbagai cara agar anak-anak muda yang tergabung dalam Bonek ini bisa diberdayakan ke arah yang positif. Karenanya kerjasama dengan lembaga luar seperti JCI ini diharapkan bisa memberikan solusi.

Sementara itu, Penasehat JCI East Java, Muhammad Ali Affandi, menambahkan, selain sektor ekonomi, pemberdayaan pemuda juga bisa diarahkan ke sektor lain seperti olahraga, seni dan budaya. Di bidang olahraga misalnya, Andi, sapaan akrab Ali Affandi, mengatakan pihaknya akan menawarkan kepada Pemkot untuk pembangunan fasilitas olahraga berupa lapangan Futsal di tiap Kecamatan di Surabaya.

"Kami juga sedang menawarkan kerjasama dengan Pemkot untuk membuat lapangan futsal di tiap kecamatan di Surabaya. Kami siapkan investornya, infrastruktur, sampai sumber daya untuk pelatih dan perlengkapannya agar anak-anak muda di Surabaya bisa menyalurkan hobi dan energi mereka secara positif," paparnya. kbc8

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: