Setahun pemerintahan Jokowi-JK, pembangunan ekonomi terfokus di Jawa

Jum'at, 16 Oktober 2015 | 20:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pembangunan ekonomi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) dalam setahun terakhir masih menomorsatukan Pulau Jawa.

Peneliti  Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Amanah Ramadiah mengutarakan hal itu berkenaan Hasil Survei Kinerja 1 Tahun Terakhir Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Amanah mengatakan dalam periode Oktober 2014 hingga Oktober 2015, lebih dari 12 juta tweet membicarakan tentang pemerintahan Jokowi-JK.

"Nah, dari survei ini terlihat netizen masih melihat bahwa pemerintahan Jokowi-JK tidak berbeda dengan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, di mana pembangunan terbesar masih di Jawa yakni 58% dan di luar Jawa masih 5% hingga 12% saja," kata Amanah

Amanah menyatakan dari topik pembahasan netizen terkait pemerintahan Jokowi-JK, ada tiga topik teratas dan semuanya berada di Pulau Jawa yakni proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan beberapa proyek lainnya di Jawa Barat. Topik teratas kedua beberapa pembangunan infrastruktur di Jawa Timur, dan proyek-proyek pembangunan baik PLTU, tol dan lainnya di Jawa Tengah.

"Jadi popularitas pembangunan di Jawa masih jauh lebih tinggi dibanding pulau lain yang melakukan tweet terkait persebaran pembangunan untuk proporsi yang dibicarakan mereka. Bahkan Jawa Barat paling tinggi pembicaraan tweet-nya soal pembangunan pemerintahan ini," bebernya.

Amanah menambahkan juga ada tiga topik terbawah di netizen di antaranya pembangunan di Maluku Utara, di Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Jumlah tweet mengenai pembangunan di Jawa Barat itu mencapai 32.156 sedangkan tweet mengenai Kalimantan Tengah hanya berjumlah 196.

"Menurut netizen, pemerintah begitu ambisus melakukan pembangunan di Pulau Jawa. Publik menyadari pembangunan di Indonesia masih tidak merata. Perhatian publik yang dilakukan pemerintah Jokowi-JK masih terpusat di Jawa," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: