Jika BUMN tak mau revaluasi aset, Rizal Ramli: Itu bodoh

Jum'at, 23 Oktober 2015 | 10:19 WIB ET
(Ilustrasi)
(Ilustrasi)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengemukakan, Paket Kebijakan V yang intinya adalah insentif pajak untuk revaluasi aset dan penghilangan pajak berganda pada REIT (Real Estate Investment Trust) atau atas Kontrak Investasi Kolektif – Dana Investasi Real Estate merupakan langkah besar pemerintah.

"Langkah kebijakan yang diambil itu merupakan langkah besar, langkah terobosan yang akan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Dengan diberikan tadi fasilitas dan kemudahan pajak untuk melakukan revaluasi aset maka  sangat besar sekali," kata Rizal kepada wartawan dalam keterangan pers di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (22/10) malam.

Menko Kemaritiman dan Sumber Daya memberikan contoh yang telah dilakukannya 15 tahun lalu saat dirinya menjadi Menko Perekonomian di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Pada saat saya menjadi  Menko Perekonomian, PLN itu, nyaris bangkrut pada tahun 2000, modalnya minus Rp 9 triliun, asetnya hanya  50 trilyun. Mereka minta suntikan modal dari negara, kami tidak bersedia, tapi minta revaluasi aset, kami perintahkan, hasilnya asetnya naik dari Rp 50 triliun menjadi 4X nya yaitu Rp200 triliun. Selisih dari revaluasi aset kami masukan modal, PLN yang modalnya minus Rp 90 triliun nyaris bangkrut, naik modalnya 104 triliun sehat kembali," papar Rizal.

Rizal mengingatkan, saat dilakukan revaluasi aset dulu dikenakan pajak 30%, sehingga kalau PLN disuruh bayar mesti mengeluarkan duit Rp 50 triliun. Maka diaturlah pembayaran pajaknya dicicil, sehingga dalam waktu 7 tahun pemerintah dapat tambahan dari pajak sekitar Rp 50 triliun.

Sementara sekarang murah sekali 3-4% jika dilakukan sampai Desember 31 Desember 2015, dan 6% sampai Desember 2016. "Nah jika ini dilakukan oleh BUMN-BUMN dan kalau mereka ngga lakukan, apa ya istilahnya bodohlah istilah sederhananya, karena aset mereka banyak sekali," kata Rizal.

Menurut dia, jika dilakukan revaluasi aset, karena harga asetnya ini masih historis waktu pembelian, 10 -20 tahun yang lalu, kalau dilakukan sekarang, asetnya akan  meningkat berkali-kali, sehingga kapasitasnya bisa untuk menarik modal. kbc10

Bagikan artikel ini: