Rini petakan BUMN yang akan direvaluasi asetnya, ini yang jadi prioritas

Jum'at, 23 Oktober 2015 | 14:09 WIB ET
Petugas PLN
Petugas PLN

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan, BUMN siap menjalankan revaluasi aset sesuai paket kebijakan ekonomi jilid V yang telah dikeluarkan oleh Presiden Jokowi.

Rini menyatakan, kelanjutan dari kebijakan pemangkasan pajak penghasilan (PPh) dari revaluasi aset sesuai paket kebijakan itu harus direalisasikan. Oleh karena itu, Kementerian BUMN tengah melakukan pendataan mana saja BUMN yang ingin merevaluasi aset. Pendataan diharapkan bisa terselesaikan dalam jangka waktu satu bulan.

"Dalam satu bulan kami akan selesaikan BUMN apa saja yang akan merevaluasi aset. Saya lihat hampir semua. Tapi apa saja yang terevaluasi, nah itu yang sedang kami hitung," tutur Rini di Jakarta, Jumat (23/10/2015).

Menurut Rini, BUMN di sektor energi dan pangan menjadi prioritas untuk menjalankan revaluasi aset. Sebab, dua perusahaan itu memiliki aset yang besar.

"Paling utama PLN, sektor energi yang kita utamakan. Sektor pangan juga seperti Bulog kita utamakan, kalau direvaluasi akan ada ruang lagi untuk pengembangan usahanya," tegas Rini.

Seperti diberitakan, pemerintah resmi mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid V. Ada tiga isi dalam paket kebijakan tersebut, yaitu:

1. Besaran tarif khusus untuk PPh final revaluasi dari 10 persen menjadi tiga persen bila diajukan revaluasinya hingga 31 Desember 2015.

2. Besaran tarif khusus untuk PPh final revaluasi menjadi empat persen bila diajukan revaluasinya pada periode 1 Januari 2016-30 Juni 2016.

3. Besaran tarif khusus untuk PPh final revaluasi menjadi enam persen bila pengajuan revaluasinya 1 Juli 2016-31 Desember 2016. kbc10

(AHL)

Bagikan artikel ini: