Ini yang harus dilakukan RI untuk melakukan transformasi ekonomi

Rabu, 25 November 2015 | 07:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) mendorong semua pihak bersinergi untuk mempercepat transformasi perekonomian Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo mengatakan, transformasi perlu didorong agar Indonesia berubah dari negara konsumtif menjadi negara produsen.

"Dari negara importir menjadi negara eksportir, dan dari negara yang berbasis sumber daya alam menjadi negara pengolah yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi," ujar Agus.

Agus mengatakan, transformasi tersebut akan membawa Indonesia lebih berdaya saing sehingga bisa mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.  

"Untuk mencapai tujuan daya saing dan kesejahteraan, strategi kebijakan perlu diarahkan untuk mencapai dua sasaran antara, yaitu peningkatan produktivitas dan perluasan partisipasi ekonomi," kata Agus.

Peningkatan produktivitas menjadi prioritas karena Indonesia akan segera masuk ke gerbang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun ini.

Adapun perluasan tingkat partisipasi ekonomi memiliki dua makna penting. Pertama, memberikan kesempatan serta merangkul masyarakat luas khususnya sektor swasta dan UMKM agar berperan aktif dalam pembangunan ekonomi ekonomi mengingat keterbatasan jangkauan pemerintah.

"Makna kedua adalah perluasan tingkat partisipasi ekonomi yang berkaitan dengan bagaimana hasil-hasil kebijakan ekonomi dapat menjangkau dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai pelosok negeri, termasuk upaya untuk mengurangi ketimpangan pendapatan antar daerah," pungkas Agus.

Bagikan artikel ini: