loading...
Kategori
Rubrik SpesialKadin Jatim
Mode Baca

Kadin Jatim tolak kenaikan TDL industri

Buat kajian energi listrik terbarukan

Online: Jum'at, 09 Oktober 2009 | 12:29 wib ET

SURABAYA - Terkait dengan diputuskannya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada tahun depan, Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur tetap menolak dengan kebijakan tersebut.

Sebab, kenaikan TDL industri dipandang akan mampu melemahkan daya saing industri dalam negeri dengan barang luar negeri. Sehingga kanaikan TDL tersebut bisa mengakibatkan industri dalam negeri terpukul.

"Kadin Jatim menolak kenaikan TDL industri karena hal ini bisa memukul industri dalam negeri," kata Komite Kelembagaan dan Asosiasi Kadin Jatim Adri Istambul Lingga Gayo di Surabaya, Jumat (9/10/09).

Sebagai catatan, beberapa waktu yang lalu, Direktur Utama PT PLN Persero Fahmi Muchtar di Jakarta menyatakan bahwa PLN telah melakukan survei terkait rencana kenaikan TDL tahun 2010.

Hasil survei tersebut menunjukkan kenaikan TDL ini tidak akan memengaruhi daya saing indutri dalam negeri terhadap luar negeri. Sebab komponen biaya listrik terbilang kecil dari total biaya produksi.

Saat itu, Fahmi mencontohkan kebutuhan listrik pabrik semen yang hanya sekitar 17% dari total biaya produksi. Sehingga jika TDL dinaikkan sebesar 20%, maka kenaikan biaya listrik terhadap total biaya hanya mencapai 3,4% saja.

Meski demikian, Adri menganggap kondisi saat ini sangat tidak tepat bagi PLN untuk menaikkan TDL industri.

"Jika ternyata tidak bisa dibatalkan, minimal diundur sampai industri siap atas kenaikan ini," lanjutnya.

Dan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan, menurut Adri, saat ini Kadin Jatim tengan membuat kajian energi yang terbarukan. Di antaranya kajian tentang energi listrik berbasis microhydro.

Kadin Jatim juga mengimbau kepada seluruh industri untuk mencari alternatif tenaga listrik baru yang bisa menggantikan pasokan listrik dari PLN.

"Minimal dengan usaha ini, para pelaku industri akan siap ketika suatu saat TDL dinaikkan," tuturnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
9/18/2014
11.976
IHSG
9/17/2014
5.188,18
57,68 (1,11%)