Pemerintah gerojok Rp9 triliun bangun delapan bendungan tahun depan

Senin, 28 Desember 2015 | 14:50 WIB ET
Waduk Bajulmati Banyuwangi
Waduk Bajulmati Banyuwangi

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah akan mengalokasikan dana Rp 9,123 triliun untuk membangun delapan bendungan pada tahun depan. Sumber dana pembangunan proyek yang berfungsi untuk mendukung ketahanan air itu berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mudjiadi menuturkan, pembangunan delapan bendungan tersebut akan melengkapi 22 bendungan yang saat ini dalam tahap konstruksi.

Kedelapan bendungan itu adalah Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie (Aceh), Bendungan Sukoharjo di Pringsewu (Lampung), Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara (Sulawesi Utara), dan Bendungan Ladongi di Kolaka Timur (Sulawesi Tenggara).

"Selanjutnya, Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi di Bogor (Jawa Barat), Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Ciamis (Jawa Barat), dan Bendungan Cipanas di Sumedang (Jawa Barat)," ujar dia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo memulai pembangunan (groundbreaking) bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ini. Bendungan ini merupakan satu dari 22 proyek bendungan yang dalam tahap konstruksi.

Pembangunan bendungan Rotiklot akan dilakukan oleh konsorsium PT Nindya Karya – PT Universal Suryaprima dengan nilai kontrak Rp 470,53 miliar dan konsultan supervisi KSO PT Indra Karya Cabang I Malang, PT. Patria Jasa Nusaprakarsa, PT. Arga Pasca Rencana dengan nilai kontrak Rp 21,95 miliar. Pengerjaannya ditargetkan selama 37 bulan sampai dengan 2018.

Nantinya, bendungan Rotiklod akan memiliki volume tampungan 2,9 juta meter kubik yang berfungsi untuk menyuplai kebutuhan air irigasi seluas 500 hektare, penyediaan air baku 50 liter/detik untuk pelayanan kebutuhan masyarakat dan pelabuhan Atapupu dan sekitarnya. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: