Sandiaga Uno perjuangkan startup dan virtual office tetap bisa eksis

Rabu, 27 Januari 2016 | 11:58 WIB ET
Sandiaga Uno (istimewa)
Sandiaga Uno (istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kehadiran banyak perusahaan rintisan alias startup seperti teknologi aplikasi dan para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sejatinya harus didukung pemerintah melalui regulasi yang memihak pada pengusaha pemula. 

Wakil Ketua Umum Kadin bidang UMKM, Koperasi, dan Industri Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, industri kreatif sangat membutuhkan dukungan pemerintah. "Kehadiran aplikasi dan perkembangan startup seperti GoJek, Grab, dan jasa seperti Virtual Office jangan dihambat karena hanya regulasi, kita harus mengejar ketertinggalan dari luar negeri, jadi pearaturan yang dibuat juga harus kondusif," ujar Sandiaga di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Sandiaga menyatakan telah menyampaikan keinginan dari pengusaha pemula itu kepada pemerintahan pusat. "Saya sudah sampaikan hal ini beberaa waktu lalu ke Menteri Perdangangan dan Kantor Wakil Presiden, suasana yang kondusif harus kita ciptakan untuk pengusaha pemula," ujar Sandi.

Seperti diketahui, belum lama ini muncul polemik setelah sempat ada surat edaran dari Pemprov DKI Jakarta yang melarang virtual office beroperasi di wilayah tersebut.

Ketua Badan Pengurus Pusat Bidang Ekonomi Kreatif Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Yaser Palito mengatakan, kehadiran teknologi dan ekonomi kreatif di Indonesia jangan diberatkan dengan masalah regulasi, karena ini sama halnya menutup keran pelaku industri tersebut. "Negara lain diperbolehkan dan banyak pengusaha startup yang sukses di luar awalnya juga melakukan kegiatan bisnisnya di kantor bersama," kata dia. 

"Di era serba teknologi sekarang ini semuanya menuntut kecepatan, kepraktisan, dan efisien, jadi keberadaan jasa kantor bersama ini memang harus kita sambut dan dukung untuk selamatkan ekonomi kreatif di Indonesia," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: