Jadi ruh ekonomi Jatim, perdagangan antar pulau harus terus digenjot

Sabtu, 06 Februari 2016 | 13:44 WIB ET
Jamhadi
Jamhadi

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meskipun  mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Jatim pada tahun 2015 yang mencapai 5,44% dinilai cukup bagus jika dibanding provinsi lain. Masih stabilnya ekonomi Jatim ditengah lesunya ekonomi dunia pada tahun lalu tersebut ditengarai karena tingginya realisasi perdagangan antar pulau Jatim. Untuk itu, sektor ini harus terus digenjot karena potensinya cukup besar, apalagi dengan berlakunya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai tahun ini.

Kepala Tim Ahli Kamar Dagangan dan Industri (Kadin) Jatim, Jamhadi mengatakan, surplus perdagangan Jawa Timur terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013, perdagangan Jatim mengalami surplus sebesar Rp 38 triliun. Di tahun 2013 naik menjadi Rp 42 triliun dan pada tahun 2015 mencapai Rp 47 triliun. Peningkatan surplus perdagaan Jatim tersebut dipicu oleh bisnis to bisnis (B 2B) antar provensi atau  besarnya realisasi perdagangan antar provinsi Jatim. Saat ini Jatim sudah memiliki kantor perwakilan dagang di 26 provinsi di seluruh Indonesia.

"Upaya peningkatan perdagangan antar provinsi itu menjadi peran penning pemerintah Jatim dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Jatimdi Jatim. Surplus perdagangan antar provinsi Jatim ini menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan perdagangan ini dikarenakan B2B," tegas Jamhadi ketika dikonfirmasi, Surabaya, Sabtu (6/2/2016).

Menurutnya, potensi perdagangan dalam negeri memang cukup besar. Pada tahun 2011 potensi transaksi perdagangan antar provinsi mencapai Rp 463,35 triliun dan di tahun 2014 menjadi Rp 741,43 Triliun. Melihat besarnya potensi tersebut, pengusaha berharap kerjasama antar provinsi bisa berkelanjutakan. Hal ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2016 ini.

Tetapi pada waktu yang sama, keinginan ini tersendat oleh dampak penegak hukum ( Jaksa ) yang melakukan penylidikan terkait hibah dana Pemprov Jatim ke Kadin Jatim yang berpotensi memicu melambatnya perdagangan antar provinsi.

"Kami mendukung langkah pihak pegak hukum melakukan penyelidikan pada oknum yang bersalah akibat dana hibah itu. Namun, adanya kejadian itu sektor perdagangan antar Jatimakan terganggu dan pastinya akan mengalami penurunan cukup tinggi," tegas Jamhadi juga Ketua Umum Kadin Kota Surabaya ini.

Jamhadi berharap masalah tersebut segara diselesaikan secara cepat. Hal ini untuk meningkatkan kembali pertumbuhan perdagangan Jatim di tahun ini. Jika permasalahan ini terus dilakukan akan mengakibatkan lambatnya perdagangan Jatim. "Jika masalah ini terus dilakukan, tentunya para pedagang akan turun semangatnya berbisnis. Kami berharap masalah ini segera diselasaikan agar perdagangan Jatim akan lancar," katanya mengakhiri.kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: