Kedai Pak Rudy, nasi udangnya memang nendang!

Senin, 07 Maret 2016 | 19:00 WIB ET
Rudy Darmanto (tengah) menunjukkan daftar menu andalan Kedai Pak Rudy.
Rudy Darmanto (tengah) menunjukkan daftar menu andalan Kedai Pak Rudy.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Surabaya dikenal sebagai salah satu pusat kuliner di Tanah Air. Banyak makanan khas kota ini yang telah dikenal luas, mulai rujak cingur, rawon, lontong balap, sate, bebek, penyetan, dan masih banyak lagi. Dan salah satu ciri khas makanan Surabaya adalah keberadaan sambalnya.

Seperti yang menjadi andalan di Kedai Pak Rudy. Restoran yang baru saja hadir di lt. UG Tunjungan Plaza 2 Surabaya. Di tempat ini, Anda bisa menikmati makanan khas nasi udang empal plus sambalnya yang yahut.

Pemilik Kedai Pak Rudy, Rudy Darmanto mengatakan, nasi udang empal yang menjadi andalan restorannya memang murni olahan atau resep sang istri. "Sebagian besar menu di sini termasuk andalan kami, nasi udang dengan sambalnya memang hasil resep istri saya yang kebetulan suka memasak," kata Rudy.

Sambil menyapa para pembeli yang mampir di kedainya, Rudy menuturkan, meski bukan pemain yang pertama untuk menu andalan nasi udang empal, namun ia berani mengklaim jika olahan udangnya berbeda dengan menu nasi udang yang selama ini ada.

"Yang beda, keringan udang kami renyah dan gurih, dan bukan dibalut tepung, ditambah empal daging sapi yang empuk dan sedap, serta ditemani sambal yang top. Jadi silakan mencoba, pasti akan ketagihan," ujar pria yang juga pemilik Warung Ipang ini.

Soal harga, meski berada di mal, namun masih terjangkau untuk kantong pembeli. Untuk seporsi nasi udang, hanya dibanderol Rp 22.500.

Selain nasi udang, Kedai Pak Rudy juga menyajikan aneka menu makanan Indonesia lainnya, seperti nasi pecel, nasi bakar, tahu telur, nasi campur, nasi rawon, hingga rujak cingur. “Kami ingin agar makanan tradisional juga diangkat, dinikmati di tempat-tempat yang berkelas,” tandasnya.

"Satu lagi, jika pembeli atau masyarakat ingin membawa oleh-oleh, kami juga menyediakan sambal khas Kedai Pak Rudy yang kami kemas di botol cantik. Harganya juga sangat terjangkau hanya Rp 20.000 per botol," tambahnya.

Kehadiran gerai Kedai Pak Rudy disambut hangat manajemen Pakuwon Group sebagai pengelola Tunjungan Plaza. Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengakui, Kedai Pak Rudy memberi warna tersendiri di kawasan Tunjungan Plaza 2. Apalagi lokasinya yang strategis, berada di pojok pintu masuk sehingga mudah terlihat baik dari dalam mal maupun jalan raya.

"Dalam waktu dekat perkantoran Menara Mandiri juga akan ramai karena masuknya perkantoran dari gedung lain, dan kami juga mengkonsep Tunjungan Plaza 2 lebih menarik pengunjung, mulai kehadiran tenant fashion, kuliner, pusat busana muslim, pusat gadget, dan sebagainya," jelasnya.

Pas buat nongkrong

Lokasinya yang strategis membuat Kedai Pak Rudy menjadi jujugan pengunjung untuk makan maupun sekadar nongkrong. Hal ini juga didukung dengan desain interior serta penataan ruangan, meja, kursi serta konsep yang dibawa Rudy Darmanto ke gerainya.

Bagi Rudy, untuk bisa menarik minat pengunjung, pihaknya memang mengkonsep gerainya agar terkesan santai. "Jadi mengapa kami beri nama kedai, agar mengesankan bahwa ini terbuka bukan saja untuk tempat makan, namun juga cangkruk. Kami pun mendesain ruangan dan menata kursi lebih santai, ada yang bertema bar, meja makan, lesehan, bahkan di luar ruang untuk mewadahi pengunjung yang bersantai sambil menghisap rokok," bebernya.

Dan untuk memberikan fasilitas kepada pengunjung yang ingin lebih berlama-lama di tempatnya, di beberapa titik di Kedai Pak Rudy juga disediakan colokan listrik (electrical socket), juga free wifi.

Dengan penggunaan material yang didominasi kayu dan kaca, resto seolah dirancang sebagai tempat yang bernuansa akrab dan ramah. Dengan kapasitas sekitar 100 kursi, sangat cukup untuk menerima pengunjung yang biasanya memilih waktu saat makan siang atau selepas pulang kerja. kbc7

Bagikan artikel ini: