Kadin siapkan 70 pengusaha di Jatim jadi mitra perusahaan Amerika

Kamis, 17 Maret 2016 | 08:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur telah menunjuk sekitar 60 hingga 70 pengusaha di seluruh wilayah Jatim yang akan bertemu dan melakukan business to business (b to b) dengan 31 perusahaan asal Amerika Serikat. Ke 70 pengusaha tersebut diharapkan berhasil melakukan kontrak kerjasama bisnis sehingga akan memicu kenaikan kinerja ekonomi, utamanya di sektor perdagangan.

"Untuk tahap awal, kedatangan ke 31 perusahaan asal Amerika kesini minggu depan itu memang bertujuan berdagang. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika nantinya akan meningkat ke investasi," kata Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Dedy Suhajadi saat ditemui di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Rabu (16/3/2016) petang.

Dijelaskannya, 31 perusahaan asal Amerika itu bergarak dalam 14 bidang usaha, diantaranya adalah industri manufaktur, teknologi dan informasi (TI), industri kimia, minyak dan gas, logistik, industri kesehatan, konsumer good dan lain sebagainya. Mereka mengaku sangat tertarik melakukan kerjasama bisnis dengan Jatim karena kondusifnya iklim politik dan ekonomi Jatim dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, kinerja pertumbuhan ekonomi Jatim juga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi atau daerah lain.

"Apalagi Pemprov Jatim dinilai sangat pro terhadap kegiatan bisnis. Berbagai kebijakan Pemprov Jatim dan DPRD Jatim selalu memperhatikan kelangsungan industri dalam negeri. Misalkan kebijakan soal revitalisasi tembakau dan program subsidi ongkos distribusi bahan kebutuhan pokok yang selalu dilakukan dalam setiap tahun," ujar Dedy.

Selain menyiapkan sekitar 70 pengusaha Jatim yang bergerak dibidang yang sama, dalam pertemuan yang akan digelar pada 23 Maret mendatang itu juga akan dihadiri oleh 11 Bupati dan Walikota dari Lamongan, Gresik, Sidoarjo, kota Pasuruan, kabupaten Pasuruan, Banyuwangi, Mojokerto, Pacitan, Tulungagung dna Trenggalek. Nantinya, mereka akan memaparkan berbagai potensi ekonomi yang ada di daerah masing-masing.

"Melalui kegiatan ini, Jatim berharap akan ada kenaikan kinerja untuk ekspor, minimal dalam setiap tahun akan ada pertumbuhan sekitar 15% dari rata-rata saat ini yang hanya sekitar 3,06%," ujar Senior Business Officer East Java Global Economic Services, Jamhadi.

Jamhadi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Surabaya ini mengatalan bahwa keinginan tersebut sangat rasional karena saat ini Amerika belum masuk lima besar negara tujuan ekspor Jatim. Padahal potensinya masih sangat tinggi. Ada beberapa komoditas ekspor yang bisa digenjot pencapaiannya diantaranya adalah komoditas ekspor ikan dan udang, alas kaki, produk konsumer good serta food and baferage (FnB).

Terkait kinerja perdagangan Jatim dengan Amerika, ia mengatakan cukup stabil. Selama kurun waktu 2012 hingga 2016, sellu menunjukkan surplus bagi Jatim dalam setiap tahunnya. Surplus tertinggi terjadi pada tahun 2015 yang mencapai US$ 589,67 juta. Dengan perincian, ekspor Jatim ke Amerika mencapai US$ 1,888 miliar sementara impor Jatim dari Amerika mencapai US$ 1,291 miliar.

Beberapa komoditas utama yang diekspor kesana diantaranya adalah komoditas pertanian,  pengolahan kayu, makanan dan minuman, pengolahan aluminium, besi dn baja, mesin dan otomotif, kulit dan barang dari kulit, sepatu dan alas kaki, tekstil, emas perhiasan, kertas dan pulp, alat olah raga, musik, pendidikan dan mainan. "Dan rata-rata kontribusi ekspor ke Amerika terhadap total ekspor Jatim selama periode tersebut mencapai sekitar 11,11% per tahun," ujarnya.kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: