HijUp.com siap lepas saham di bursa

Kamis, 07 April 2016 | 17:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hadirnya sejumlah start up baru dengan berbagai layanan di era digital rupanya memberi peluang bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaring emiten baru. Pasalnya, tren pasar layanan online atau e-commerce memiliki nilai transaksi yang cukup menjanjikan.

Salah satu start up yang berniat go public dengan menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) adalah HijUp.com. E-commerce spesialis busana muslim ini berencana IPO dalam waktu dekat, seiring dengan wacana BEI yang akan memfasilitasi usaha kecil menengah untuk meraih dana dari pasar modal.

"Mimpi saya, lima tahun mendatang dapat HijUp bisa IPO," kata CEO HijUp.com, Diajeng Lestari di Jakarta, Rabu (5/4/2016).

Saat ini, lanjut dia, jumlah merek di Hijup.com sebanyak 200 brand lokal. Sekitar 90 persen dari jumlah itu merupakan merek-merek yang skala bisnisnya masih UKM, sisanya merek-merek ternama, antara lain Dian Pelangi.

Melalui IPO, dia berharap dapat mendorong merek lokal UKM ke jenjang yang lebih tinggi sehingga menjadi perusahaan manufaktur busana yang besar. IPO juga merupakan salah satu cara untuk memperluas bisnis.

Dia mengemukakan bahwa dalam waktu pendek, pihaknya sedang merencanakan untuk pengembangan bisnisnya ke luar negeri, yakni mengoperasikan gudang penyimpanan (warehouse) di London, Inggris yang diharapkan terealisasi pada tahun ini.

"Keuntungan adanya gudang penyimpanan, yakni mengurangi biaya pengiriman ke luar negeri dan menambah ketersediaan barang agar 'supply chain' makin baik," katanya.

Diajeng mengatakan bahwa pengiriman busana muslim dari HijUp telah menjangkau 100 negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat. Sementara Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, pihaknya mendorong perusahaan "start up" (rintisan) untuk melaksanakan IPO agar mendukung permodalan sehingga dapat melakukan ekspansi lebih luas.

"BEI masih mengkaji rencana itu bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Diharapkan rencana ini bisa memperkuat UKM serta industri pasar modal ke depannya," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: