Anda pun bisa kembangkan ide hebat dari bisnis Go-Jek

Sabtu, 16 April 2016 | 12:31 WIB ET

NAMA besar Go-Jek kini telah dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia. Ide bisnis transportasi darat yang sejak dulu hanya terpusat pada angkutan umum, bus pariwisata, taxi, dan bus travel. Kini telah hadir di tengah masyarakat, jenis transportasi yang lama tapi dibuat menjadi lebih modern yang bernama Go-Jek.

Ide transportasi modern ini berangkat dari ojek konvensional. Jasa transportasi ojek yang sejak dulu hadir di tengah masyarakat tidak terorganisir dan siapa saja yang memiliki sepeda motor dapat menjalankan usaha ini. Mereka harus berada secara fisik di dekat pengguna jasa mereka.

Terlepas dari kontroversi yang ada, kini dengan memanfaatkan teknologi, internet dan ide bisnis yang hebat, Go-Jek mampu memanfaatkan ide ojek konvensional yang dibuat menjadi lebih modern. Mereka hadir untuk lebih mudah untuk diakses oleh pemakai jasa. Ide bisnis yang tidak terpikirkan oleh siapa pun sebelumnya.

Memanfaatkan teknologi internet dan alat telekomunikasi

Pengendara ojek dahulu harus mangkal di daerah yang banyak pengguna jasa mereka. Go-Jek memanfaatkan teknologi informasi dan alat telekomunikasi, jasa transportasi yang dimodernkan ini dapat diakses pengguna yang terhubung dengan internet. Pengendara Go-Jek tidak harus mangkal di suatu daerah, mereka bisa dipesan melalui aplikasi smartphone. Mereka akan mengetahui keberadaan pemesan dan mereka akan menjemput pengguna jasa di lokasi.

Membangun image di masyarakat menggunakan seragam

Go-Jek menjadi ojek yang terorganisir, pengendara menggunakan seragam jaket dan helm yang sama. Mereka terlihat berbeda dan mampu menciptakan suatu image di dalam masyarakat. Dulu masyarakat susah membedakan pengendara motor biasa dan pengendara ojek. Pengendara Go-Jek tampil beda di tengah masyarakat dengan mengenakan seragam.

Sistem order menggunakan teknologi informasi membuat pengendara Go-Jek tidak harus berebut konsumen di lokasi. Mereka bisa memantau pemakai yang berada di dekat mereka melalui aplikasi dan segera memberikan respon order. Tidak hanya itu, pemesan juga bisa memantau keberadaan pengendara akan menjemput.

Tidak perlu investasikan kendaraan

Di dalam benak setiap orang, pembangunan bisnis transportasi mengharuskan pemilik bisnis menginvestasikan dana yang sangat banyak pada kendaraan transportasi dan tempat untuk menyimpan kendaraan tersebut. Mereka harus menyediakan aneka ragam perlengkapan perawatan kendaraan dan lain sebagainya.

Hal ini ternyata tidak terjadi pada Go-Jek. Kendaraan yang menjadi alat transportasi adalah milik pengendara pribadi. Pemilik bisnis Go-Jek hanya berinvestasi pada pembangunan kantor dan pengembangan sistem informasi untuk membantu mengorganisir pengendara dan pemakai jasa Go-Jek.

Hal ini bisa dibayangkan, bila keberadaan 20.000 unit kendaraan sepeda motor yang seharga Rp 15 juta maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 300 miliar dan lokasi untuk menyimpan kendaraan sepeda motor tersebut akan memakan biaya beberapa puluh milyar rupiah. Biaya investasi untuk kendaraan sebagai alat transportasi dan lokasi penyimpanan kini dapat dikatakan 0. Biaya tersebut tidak dibutuhkan sama sekali, sungguh ide yang cemerlang.

Tawarkan kemitraan ke masyarakat yang memiliki sepeda motor

Perusahaan Go-Jek membuka kemitraan untuk pengendara Go-Jek atau yang lebih sering disebut dengan kata “Driver” kepada masyarakat. Pemilik kendaraan sepeda motor dapat bekerja sama dengan pihak Go-Jek sebagai pihak yang melaksanakan jasa transportasi kepada masyarakat pengguna. Mereka yang tergabung akan menjadi mitra bisnis Go-Jek dan terhubung ke dalam jaringan Go-Jek untuk memberikan layanan kepada pengguna jasa Go-Jek. Hubungan antara perusahaan Go-Jek dan driver adalah mitra bisnis dan bukan hubungan kerja. Hubungan kemitraan ini berbagi keuntungan dengan cara bagi hasil 80% untuk driver dan 20% untuk perusahaan Go-Jek. Bonus juga ditawarkan apabila driver mampu membawa 10 penumpang dalam 1 hari.

Bentuk kemitraan ini mampu menghindari kemungkinan kecurangan oleh driver pada hubungan kerja untuk tidak bekerja maksimal karena mereka akan tetap menikmati gaji. Mereka akan bekerja semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi. Go-Jek juga bebas untuk memutuskan kemitraaan bila ditemukan driver yang melanggar peraturan lalu lintas atau melakukan hal-hal yang merugikan nama baik Go-Jek.

Bisa menjadi kurir dan pembantu untuk berbelanja

Keberadaan ojek sebagai jasa transportasi pada awalnya hanya untuk membawa penumpang. Namun, Go-Jek mengembangkan ide awal tersebut sehingga Go-Jek mampu melakukan lebih banyak hal. Go-Jek juga dapat dimanfaatkan untuk mengantarkan barang bahkan diminta untuk berbelanja.

Konsep win-win solution untuk semua pihak

Ide bisnis dan kebijakan Go-Jek membawa keuntungan bagi semua pihak. Perusahaan Go-Jek sendiri tentu saja mendapat banyak keuntungan karena mereka tidak harus mengeluarkan biaya untuk kendaraan. Driver juga dapat memanfaatkan peluang untuk mencari penghasilan dengan memanfaatkan kedaraannya. Konsumen kini lebih mudah untuk bepergian, mengirim barang bahkan tidak perlu berbelanja sendiri.

Nah, silakan mengembangkan ide cemerlang dari Go-jek ini untuk mengembangkan bisnis Anda!

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: