Bertemu pebisnis Inggris, pengusaha kreatif Jatim incar pasar Eropa

Senin, 18 April 2016 | 18:44 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Rombongan pengusaha Jawa Timur bertolak ke London, Inggris, untuk bertemu dengan pengusaha Inggris. Mereka memenuhi undangan London Chamber of Commerce (LCC), UK-ASEAN Business Council (UKABC), dan BritCham Indonesia dalam forum misi perdagangan “BritCham Indonesia; April Trade Mission to The UK” yang diselenggarakan pada 18-22 April 2016.

Rombongan dipimpin Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Jamhadi dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, M Ardi Prasetyawan. “Tujuan kami ke sana adalah untuk membangun akses pasar ke Eropa dan khususnya Inggris,” kata salah satu pengusaha asal Surabaya yang ikut hadir, Abdul Ghofur, dalam keterangannya.

Ghofur menjelaskan, para pengusaha yang hadir itu berupaya memanfaatkan peluang pertemuan tersebut untuk memajukan industri kreatif di Jawa Timur. “Terutama industri kreatif di bidang teknologi informasi,” ujarnya.

Untuk itu, sebagian besar pengusaha yang hadir merupakan pelaku industri kreatif. Seperti PT Andromedia (produsen software), PT Eyro Digital-Cubeacon (produsen perangkat keras IOT atau internet of things), serta beberapa perusahaan lainnya.

“Saya juga membawa materi presentasi dari Sirtanio Organik Indonesia, Surabaya Web Community, perusahaan solusi energi hijau Java Surya Teknik, dan satu perusahaan travel dan haji Persada Indonesia,” tutur Abdul. Adapun PT PGN yang semula berencana hadir, batal turut dalam rombongan.

Delegasi lain dari Jawa Timur juga hadir membawa misi kerja sama dan investasi untuk menjalin kerja sama pemerintah ke pemerintah, sekaligus mendampingi agenda Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 19 April 2016 mendatang. “Britcham itu selain mengundang delegasi perdagangan, juga satu lagi delegasi kerja sama dan investasi. Nanti sehari kami ikut bersama pak Presiden,” tutur Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim Hadi Prasetyo.

Rombongan delegasi kerja sama dan investasi itu, kata Hadi, dipimpin olehnya dan didampingi Kepala Badan Penanaman Modal Jawa Timur Lili Sholeh, serta Kepala Dinas Perhubungan Wahid Wahyudi. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: