Patok pertumbuhan double digit, Trias Sentosa perbesar ekspor

Kamis, 12 Mei 2016 | 22:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kecenderungaan stabilnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mendasari  PT Trias Sentosa Tbk. (TRST) untuk menggenjot penjualan ekspor di tahun ini. Emiten industri film plastik ini telah mengantongi sejumlah pasar baru di negara-negara potensial untuk peningkatan penjualan ekspor itu.

Presiden Direktur PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan mengatakan, saat ini, komposisi penjualan ekspor perseroan di kisaran 44%. Hingga akhir tahun ini, pihaknya menargetkan bisa dikerek menjadi 45-46%.

"Beberapa kawasan cukup prospektif, seperti Asia termasuk Asean, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Austraia, serta Selandia Baru. Bahkan penjualan kita selama ini 50% dari penjualan ekspor adalah dari kawasan Asia," jelas Sugeng usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Kamis (12/5/2016).

Dikatakannya, selain pasarnya yang masih terbuka, digenjotnya pasar ekspor tersebut juga dipengaruhi oleh kecenderungan stabilnya kurs dolar AS, apalagi saat ini pemerintah Indonesia juga mewajibkan transaksi di dalam negeri harus menggunakan rupiah.

"Kita kan bahan baku didominasi impor, sehingga pembelian juga harus menggunakan dolar. Jadi untuk penjualan, kalau bisa juga dioptimalkan untuk ekspor. Meski kita tetap akan memperkuat pasar dalam negeri," tandasnya.

Tak hanya itu, peningkatan penjualan ekspor juga diharapkan mampu mengerek penjualan perseroan di tahun ini, yang ditargetkan bisa tumbuh double digit atau minimal high single digit. "Kita optimis tahun ini akan lebih baik dibanding tahun lalu. Karena harga minyak cenderung stabil, demikian juga kurs dolar AS," ujar Sugeng.

Dia juga optimistis bahwa sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan plastik untuk kemasan fleksible masih akan meningkat seperti kemasan plastik untuk bungkus kopi, snack dan produk-produk makanan ringan lainnya.

Selain meningkatkan penjualan ekspor, guna mencapai target penjualan yang ditetapkan itu perseroan juga melakukan ekspansi dengan membangun gudang baru dan mesin baru untuk produk metallizer. Mesin converting ini memiliki kapasitas produksi 2.400 ton per tahun.

"Untuk ekspansi ini, perseroan menganggarkan investasi sekitar Rp 50 miliar," tukasnya.

Dengan ditambahnya mesin baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2016 tersebut, nantinya kapasitas produksi untuk produk metallizer akan menjadi 1.400 ton per bulan.

Sementara itu sepanjang tahun 2015, penjualan bersih Trias Sentosa mencapai Rp 2,457 triliun, turun tipis sebesar 2% dibanding penjualan tahun sebelumnya, karena dipengaruhi penurunan haga bahan baku sebagai akibat rendahnya harga minyak mentah dunia. Selain juga dipengaruhi persaingan industri yang ketat.

Meski demikian, secara keseluruhan penjualan ekspor mengalami peningkatan sebesar 2,8% di 2015 seiring dengan diperkuatnya produk film bernilai tinggi.

Pada kuartal I tahun 2016 lalu, Sugeng menyebut, penjualan perseroan mencapai 25% dari total penjualan tahun 2015. kbc7

Bagikan artikel ini: