Pemerintah Jokowi dituding kurang perhatikan pengembangan kuliner lokal

Senin, 23 Mei 2016 | 21:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah dituding abai pada potensi kekayaan kuliner Tanah Air. Padahal potensi di sektor ini sangat besar, baik dari sisi pariwisata maupun perdagangan. Hal berbeda justru ditunjukkan oleh pemerintah negara tetangga, Malaysia.

Chef Barra Pattiradjawane mengatakan, pemerintah dinilai tidak gencar mempromosikan kuliner Indonesia baik ke lokal maupun dunia internasional. Minimnya perhatian pemerintah, ditunjukkan dengan sedikitnya alokasi dana negara untuk promosi kuliner Indonesia.

Dia meminta pemerintah meningkatkan alokasi dana ini dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendatang.

"Sebanyak 30 jenis kuliner unggulan Indonesia yang dipromosikan ke dunia internasional belum terlihat gaungnya. Akibatnya program perkenalan yang semestinya dijalankan pihak terkait cenderung jalan di tempat," ujarnya di sela acara peluncuran situs 'Virtual Reality Bright Advisor' Sun Life Indonesia di FX Sudirman, Jakarta, Minggu (22/5/2016).

Pemerintah Malaysia, menurutnya, aktif turun tangan langsung dan menyediakan dana cukup besar agar kuliner mereka lebih dikenal di dunia. Sedangkan, Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata mengaku tak punya dana khusus untuk promosi itu.

Hal ini diketahui saat Barra mengunjungi ajang pameran buku internasional 'Frankfurt Book Fair' beberapa waktu lalu. Saat itu, Barra bersama 30 koki Indonesia dihadirkan oleh Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan kuliner Tanah Air. Di acara tersebutlah Barra kemudian bertemu dengan rombongan koki Malaysia.

"Mereka mengaku kalau untuk acara promosi kuliner ke luar negeri, dananya diambil dari pos-pos lain," imbuhnya. kbc10

Bagikan artikel ini: