Mau jalan-jalan dapat uang? Ikuti mantan pembawa acara TV cantik ini

Rabu, 25 Mei 2016 | 07:17 WIB ET

MELAKUKAN perjalanan atau travelling biasanya identik dengan menghabiskan banyak uang. Namun ada juga jalan-jalan yang bisa mendapat uang hingga jutaan rupiah. Mendapatkan uang dari aktivitas jalan-jalan bukanlah mimpi jika Anda menjadi seorang travel bloger seperti yang dilakukan Marischka Prudence dengan akun yang dikelolanya marischkaprudence.blogspot.com.

Sempat berkarir di salah satu stasiun televisi sebagai pembawa acara traveling, Marischka akhirnya memutuskan berhenti di tahun 2012 dan mulai masuk ke travel bloger. Butuh waktu 6 bulan baginya untuk menimbang keputusannya tersebut. Dia pun meminta saran dari orang tua, teman, bahkan rekan kerjanya untuk menggeluti bidang ini.

Alasan untuk terjun penuh ke travel bloger ialah pekerjaannya sebagai pembawa acara traveling tak bisa memenuhi seluruh kesenangannya untuk berpergian. "Gara-gara pengen full travelling. Di TV itu tidak host aja, tapi full produksi. Ingin melakukan hal di luar itu suka terganjal masalah jadwal," kata dia, baru-baru ini.

Keputusan Marischka pun berjalan mulus, dia mengaku orangtuanya sendiri mendukungnya untuk menggeluti bidang yang terbilang masih baru di Indonesia.

Banyak sudah yang tempat yang dikunjungi Marischka, dalam blognya pada tanggal 30 April 2016, dia menunjukan hasil perjalanannya dari Anambas. Di blog itu, ditampilkan keindahan alam Anambas yang terdiri dari pulau, pantai, serta jernihnya air laut.

Pada bagian lain yang diunggah pada 2 Mei 2016, Marischa menunjukan kegiatannya menyelam serta membersihkan sampah di dalam air.

Semua perjalanan yang dilakukan Marischka memiliki kesan tersendiri, meski tak semua berjalan sesuai yang diinginkan. Namun, dia bilang hal tersebut tak mengurangi kesenangannya akan traveling. "Rinjani, muncaknya 7 jam, normalnya 3 jam, untung temannya menyenangkan," ujar dia.

Dia menjelaskan, menjadi travel bloger merupakan hal yang mudah lantaran banyak platform yang memfasilitasi seperti blogspot dan wordpres dan itupun gratis. Menjadi travel bloger juga tak mesti melakukan perjalanan yang jauh supaya mendapat spot atau tempat menarik. Dia mengatakan, terpenting dari travel bloger ialah memberikan konten yang menarik bagi pembacanya.

"Mau nulis serius, puitis, lu gue, pasti ada marketnya. Jadi diri sendiri pasti ada marketnya," paparnya.

Tak hanya itu, konsistensi diperlukan untuk menjadi travel bloger yang baik. Travel bloger merupakan pekerjaan mandiri dan tidak memiliki bos. Alhasil, setiap travel bloger harus rajin merawat blog dengan mengunduh konten‎ secara berkala.

"Tiap blog itu beda-beda yang penting konsisten, mau sebulan dua kali, yang penting ada konten baru," terangnya.

Setelah itu, baru media sosial berperan untuk memperbanyak jumlah pengunjung blog. Seorang travel bloger mesti memanfaatkan media sosial untuk promosi. Pesannya, travel bloger tak boleh malu mempromosikan blognya.

Investasi di masa depan

Marischka telah menikmati hasil jerih perihnya menjadi travel bloger. Ini membuat banyak pihak atau disebut klien menawarkan kerjasama dengannya. Tentu, kerjasama tersebut berdasarkan kesepakatan atas kedua pihak.

Misalnya, perusahaan konsumer memberikan penawaran kerjasama. Selain memberikan akomodasi perjalanan, perusahaan tersebut juga memberikan upah dari perjalanan tersebut. "Misal produk minuman kemudian diassociate produk dan traveling," kata dia.

Tak sekadar itu, ada pula produk kosmetik, otomotif, sampai airlines menawarkan kerjasama padanya. Meski tak secara gamblang, dia memperkirakan setiap bulan mendapat penghasilan Rp 5-15 juta.

Memang, tak semuanya mendapatkan bayaran. Kadang, dia juga menerima order dengan sistem barter. "Sistemnya kayak ada beberapa barter kita dapat konten mereka promote, kalau brand mereka pasti akan bayar. Kalau Pemda, destinasi lebih ke barter," jelas dia.

Dari seorang travel bloger, Marischka mengaku secara perlahan bisa menyicil mobil sampai apartemen. Namun itu bukan hal utama, terpenting dari traveling ialah investasi masa depan.

"Investasi memori masa depan mau mengisi pengalaman masa depan. Mudah-mudahan (umur) 80 tahun masih sehat, cerita cucu-cucu kita," pungkas Marischka.

Bagikan artikel ini: