Redam gejolak harga, Pemprov Jatim kembali gelontorkan subsidi ongkos angkut

Sabtu, 28 Mei 2016 | 10:44 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjelang bulari Ramadan, harga berbaga kebutuhan mulai bergejolak. Harga gula misalnya, dari sebelumnya yang hanya dikisaran Rp12.000 per kilogram, kini sudah mencapai Rp 15.000 per kilogram. Selain itu, berbagai kebutuhan lain seperti telur dan daging ayam ras juga mulai mengalami kenaikan.

Untuk meredam gejolak tersebut, Pemerinta Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali mengadakan operasi Pasar (OP) subsidi biaya ongkos angkut (boang) dengan total anggaran sebesar Rp 7 miliar hingga 8 miliar..OP dilaksanakan mulai Jumat (27/5/2016) di 38 kabuaten kota di seluruh Jatim selama 36 hari. Di setiap kabupaten kota dilaksanakan di dua titik kecuali Surabaya dilaksanakan di empat titik.

“Operasi pasar ini bukan karena stok kurang tetapi untuk mengendalikan dan stabilisasi harga. Pedagang tidak perlu menimbun gula dan bahan pokok lain dalam jangka waktu lama sebab pasti akan rugi karena kita akan terus gerojok pasar dengan kebutuhan,” kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jumat (27/5/2016).

Untuk itu, Pemprov Jatim telah mengerahkan 78 truk per hari ke berbagai daerah di Jawa Timur. Masing-masing truk berisikan beras premium sebanyak 250 kilogram (kg), gula 850 kg, minyak goreng 650 liter, dan tepung terigu 100 kilogram. Karena disubsidi, maka harga empat komoditas kebutuhan pokok yang dijual di truk operasi pasar jauh lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di pasaran. Beras premium dihargai Rp 8.700 per kilogram, minyak goreng Rp 11.300 per liter, terigu Rp 7.200 per kilogram, dan gula Rp 11.750 per kilogram.

Khusus tentang gula, gubernur yang akrab disapa dengan panggilan Pakde Karwo itu meminta kepada pedagang agar tidak menimbun dan mau mengurangi keuntungan.  Seperti diketahui, harga gula dalam beberapa minggu terakhir mengalami peningkatan tajam. Dari yang semula berkisar Rp 11.000 per kilogram menjadi Rp 16.000 – Rp 18.000. “Diharapkan mulai dari distributor 1 (D1) hingga D4 yang menjual eceran di pasar diusahakan seefisien mungkin,” tekannya.

Karena sebenarnya stok di Jatim masih mencukupi hingga musim giling. Ia menyatakan bahwa Jatim masih memiliki stok gula sebanyak 21.000 ton yang cukup untuk 13 hari. Jumlah itu dipastikan akan bertambah mengingat pada 1 Juni mendatang sudah ada beberapa Pabrik Gula (PG) yang memulai giling. Beberapa PG tersebut diantaranya PG Gempolkrep, PG Pesantren Baru, PG Ngadiredjo, PG Semboro dan PG Kebon Agung dan PG milik BUMN gula lainnya yang bisa memproduksi hingga 40.000 ton gula.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Ardy Prasetyawan meminta, masyarakat tidak perlu panik karena pemprov akan terus menggerojok bahan pokok sesuai kebutuhan masyarakat. Pemprov Jatim menyiapkan 1500 ton sesuai kebutuhan gula di Jatim per bulan.kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: