Caplok perusahaan e-commerce, Saratoga rambah bisnis rintisan

Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan-perusahaan besar tampaknya mulai melirik bisnis rintisan alias startup di Tanah Air yang diyakini memiliki peluang untuk berkembang. Kali ini perusahaan investasi milik taipan Edwin Soeryadjaya, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk yang mulai menggarap bisnis rintisan dan menargetkan total dana yang digelontorkan perseroan bagi seluruh sektor mencapai Rp1 triliun.

Direktur Utama Saratoga Investama Sedaya Michael W.P. Soeryadjaya menuturkan perseroan akan segera mengumumkan akuisisi perusahaan start-up lokal dalam 1-2 bulan ke depan.

"Kami konsen untuk masuk ke bisnis start-up. Kami punya strategi khusus yang direncanakan dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya, Kamis (16/6/2016).

Emiten bersandi saham SRTG itu tengah merampungkan negosiasi pembelian perusahaan rintisan yang digarap oleh anak negeri. Satu perusahaan start-up e-commerce direncanakan untuk dicaplok dan telah memasuki tahap pertengahan.

Sementara itu, pada tahun ini perseroan memproyeksikan investasi yang disiapkan mencapai Rp1 triliun. Manajemen Saratoga bakal fokus pada bisnis infrastruktur listrik dan barang-barang konsumsi.

Dana yang dirogoh dari kas internal itu dihitung berdasarkan rerata dalam delapan tahun terakhir. Pada periode itu, Saratoga berinvestasi senilai Rp7,3 triliun dan berdivestasi Rp1,7 triliun.

Hingga 31 Maret 2016, perseroan telah menggelontorkan investasi senilai Rp80 miliar, termasuk investasi baru sebesar Rp18,4 miliar. Sebaliknya, divestasi yang dilakukan terhadap PT Pulau Seroja Jaya mencapai Rp98 miliar. "Rata-rata sekitar Rp1 triliun setiap tahun. Tahun ini juga tidak ada rencana untuk berubah jauh," tuturnya.

Putra Edwin Soeryadjaya dan cucu William Soeryadjaya itu menjelaskan pada tahun ini Saratoga belum membidik kembali penggarapan infrastruktur jalan tol. Melalui PT Lintas Marga Sedaya, Saratoga telah memulai operasi jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116,75 Kilometer.

Manajemen memilih menggarap infrastruktur energi kelistrikan melalui PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang telah merampungkan financial close pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah.

Saratoga juga menggenggam kepemilikan di PT Medco Power Indonesia sebesar 51% saham melalui pembelian oleh PT Saratoga Power dengan nilai US$112 juta. Perusahaan itu mengelola Sarulla Geothermal Independent Power Producer (IPP) sebesar 300 Megawatt. kbc10

Bagikan artikel ini: