Cermat manfaatkan momentum Lebaran, pengusaha ini kebanjiran order

Rabu, 22 Juni 2016 | 17:04 WIB ET
Wasekum HIPMI Jatim Mufti Anam
Wasekum HIPMI Jatim Mufti Anam

SURABAYA, kabarbisnis.com: Momen Ramadan dan Lebaran menjadi kesempatan bagi kalangan dunia usaha untuk memacu kinerja bisnisnya. Momentum tersebut dimanfaatkan dengan banyak melakukan promosi dan terobosan untuk menjangkau pasar yng lebih luas.

”Psikologi pasar di Indonesia saat Ramadan dan Lebaran justru konsumsinya berlebihan. Ini psikologi pasar yang menarik. Dengan populasi yang besar dan konsumsi tinggi, pasar ini sungguh menggiurkan. Ada 207 juta muslim di Indonesia. Di Jawa Timur ada 36 juta muslim,” ujar Wakil Sekum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur Mufti AN Anam saat berbicara dalam diskusi bisnis yang digelar HIPMI Surabaya di JX International Surabaya, Rabu (22/6).

Anam mengatakan, bisa dibilang bisnis apa saja akan laris pada momen Ramadan dan Lebaran. Kecenderungan psikologi pasar tersebut perlu dimanfaatkan dalam kerangka positif, yaitu menunaikan usaha dan kegiatan ekonomi produktif yang bermanfaat bagi banyak orang, terutama untuk mengurangi pengangguran.

”Saya sebenarnya semula sempat tak percaya dengan banyaknya analisis tentang psikologi pasar saat Ramadan dan Lebaran yang menyatakan bahwa semua jualan akan laris. Setelah saya seriusi dalam tiga tahun terakhir, ternyata memang benar. Banyak sekali order saat Ramadan dan Lebaran,” jelas pengusaha muda bergelar dokter tersebut.

Dia mencontohkan untuk produk sarung dari Dokter Sarung yang dikembangkannya. Pemesanan produk sarung dari tahun ke tahun terus meningkat, baik dari kalangan perusahaan maupun politisi. Dokter Sarung sendiri menyediakan produk sarung dengan pesanan khusus untuk perusahaan dan dunia politik, misalnya dengan mencantumkan logo perusahaan atau partai politik di kemasan sarung. Sarung itu biasanya untuk karyawan, bingkisan Lebaran, maupun konstituen partai politik.

”Saya dan tim sudah menyebarkan proposal penawaran Dokter Sarung ke berbagai pihak sejak 8 bulan sebelum Ramadan atau sekitar bulan November 2015 lalu. Alhamdulillah, banyak perusahaan dan politisi yang pesan, baik yang klien lama maupun baru. Kami memulai produksi sejak tiga bulan lalu, dan mulai pekan kedua Ramadan sudah terdistribusi ke masing-masing klien,” jelasnya.

Dia menambahkan, kini produk Dokter Sarung sudah merambah pasar ekspor dengan mengirim sarung ke Brunei Darussalam dan Malaysia. ”Untuk ekspor jumlahnya belum banyak, tapi penting untuk memperkuat merek dan membuka jaringan,” ujar dia.

Anam menggarisbawahi pentingnya persiapan dan pemasaran sebelum Ramadan untuk mengarahkan konsumen kepada merek yang kita promosikan.

Meski secara umum semua bisnis membukukan pertumbuhan saat Ramadan dan Lebaran, ada beberapa sektor yang harus pintar-pintar melakukan inovasi. Di momen ini, ada beberapa produk atau jasa yang justru permintaannya anjlok. 

”Kita sebagai pengusaha harus bersiap menghadapi momen seperti ini. Kita harus atur strategi agar penjualan bisa tetap dibukukan meski permintaan secara drastis menurun,” kata Anam yang juga mengembangkan bisnis di bidang kuliner dan industri batik.

Dia mencontohkan, salah satu lini bisnisnya yang kerap mengalami penurunan permintaan saat Ramadan adalah klinik estetika perawatan kulit wajah VZ Skincare. Pada momen tersebut, penurunan jumlah kunjungan ke klinik bisa mencapai 50% dibandingkan hari normal. 

Untuk menyiasati penurunan permintaan itu, Anam beserta timnya sudah melakukan antisipasi jauh hari. Sebulan sebelum Ramadan, dia meluncurkan kampanye tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit saat Ramadan agar tetap terlihat cerah.

”Klinik kecantikan kami aktif mendatangi perkumpulan anak-anak muda seperti komunitas hijabers, jamaah pengajian untuk mengenalkan produk dan layanan kami. Selain itu kami juga memberikan diskon besar-besaran pada saat low season untuk tetap menarik pelanggan agar datang. Hasilnya terasa, Ramadan tahun ini pengunjung klinik kami stabil, bahkan ada kenaikan tapi tidak besar, hanya sekitar 5%,” tuturnya. kbc8

Bagikan artikel ini: