Ciputra Surya optimis penjualan tumbuh 25%, ini alasannya

Rabu, 29 Juni 2016 | 14:23 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski pada awal tahun 2016 ini pasar properti Tanah Air belum menunjukkan gairah, namun di semester dua mendatang diyakini akan bangkit. Para pengembang properti pun optimis secara keseluruhan tahun ini penjualannya akan tumbuh signifikan.

Direktur PT Ciputra Surya Tbk, Sutoto Yakobus mengatakan, banyak hal yang mendorong pertumbuhan pasar properti di semester II tahun 2016. Salah satunya adalah telah ditekennya aturan pengampunan pajak alias tax amnesty oleh pemerintah.

Menurutnya, selain meringankan beban para pengusaha properti dan para investornya, diperkirakan pemasukan dana dari adanya pengampunan pajak akan digunakan juga oleh pemerintah untuk membangun sektor properti. Dengan demikian, kebijakan tersebut akan berdampak sangat luas.

"Selama ini para pembeli atau calon pembeli properti banyak yang takut ketika akan melakukan transaksi, seperti pajak, BPK, PTKP, dan sebagainya. Dan memang transaksi yang paling disoroti selama ini adalah di sektor properti," kata Sutoto di sela acara buka puasa bersama antara manajemen Ciputra Group dengan media di Surabaya, Selasa (28/6/2016).

Dia pun meyakini dengan keluarnya aturan tax amnesty, akan banyak dana yang mengalir ke Tanah Air, dan dialokasikan untuk belanja properti. "Tentunya peningkatan penjualan pada sektor properti akan turut mendongkrak penjualan pada usaha bahan bangunan, interior, elektronik, perbankan, dan sejenisnya. Oleh karena itu, dibandingkan kebijakan kelonggaran pemerintah lainnya untuk sektor properti, saya pikir kebijakan pengampunan pajak yang akan sangat berpengaruh dan paling ditunggu industri properti," ujarnya.

Sektor properti menjadi salah satu sektor yang strategis karena akan memberikan multiplier effect yang luar biasa. Dengan demikian, pengampunan pajak akan membantu pemerintah dalam berbagai hal. Termasuk akan memberikan tambahan baru.

Poin utama aturan pengampunan pajak antara lain niat mengembalikan uang WNI dari luar negeri, yang selama ini diduga mencapai triliunan rupiah. Dia mengaku aturan pengampunan pajak sebagai upaya pemerintah agar penerimaan dari pajak negara tidak tekor dari target.

Tekornya penerimaan pajak memicu beberapa anggaran harus dipotong sehingga pembangunan mandek. "Sekarang sudah diketahui banyak modal atau uang yang lari ke luar negeri terutama Singapura,  Kalau ditarik akan kembali meningkatkan anggaran sehingga program bisa dilaksanakan," paparnya.

Selain tax amnesty, Sutoto menyebut hal lain yang akan ikut mendorong pasar properti adalah tren penurunan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) oleh perbankan seiring dipangkasnya BI Rate oleh Bank Indonesia. Termasuk pelonggaran aturan uang muka oleh Bank Indonesia (BI).

"Juga beberapa kebijakan pemerintah untuk masyarakat, seperti adanya gaji ke-13 dan gaji ke-14 untuk PNS. Tentunya dengan begitu akan mendongkrak daya beli masyarakat," tukasnya.

Dengan kenyataan itu, Sutoto optimistis penjualan Ciputra Surya tahun 2016 ini akan bertumbuh sekitar 25% dibanding pencapaian tahun lalu. "Beberapa proyek bahkan di semester I ini sudah merealisasikan penjualan di atas 50% dari target tahun 2016, seperti CitraLand Surabaya, GreenLake, proyek Ciputra World Surabaya, CitraGarden Sidoarjo, CitraHarmoni Sidoarjo, juga The TamanDayu di Pasuruan. Jadi kami sangat optimistis tahun ini," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: