loading...
Kategori
Rubrik SpesialKadin Jatim
Mode Baca

Pengusaha Surabaya pacu ekspor ke Lebanon

Kondisi pascaperang di Lebanon harus dipandang sebagai peluang

Online: Jum'at, 30 Oktober 2009 | 13:49 wib ET

Ketua Kadin Surabaya Jamhadi (kiri) menandatangani MoU dengan Kepala Komite Industri Kadin Zahle Lebanon Antonie Saliba di Hotel Mandarin Majapahit Surabaya, Jumat (30/10/09). (Kabarbisnis/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA - Untuk semakin menggairahkan perdagangan Surabaya dan Lebanon, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya menjalin kerja sama dengan Kamar Dagang Industri dan Pertanian (Kadin) Kota Zahle, Lebanon. Kerja sama dilakukan di sektor perdagangan.

Bagian Penerangan dan Media Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI) untuk Lebanon, Ahmad Syofian, mengatakan potensi Lebanon, khususnya Kota Zahle, sangat besar, baik dari sisi perdagangan maupun investasi. Sebab, Lebanon dengan kondisi pascapeperangan, membutuhkan pasokan bahan makanan dan produksi untuk kebutuhan mereka. Sementara produksi domestik mereka masih sangat kurang.

"Terlebih penduduk Lebanon terbilang sangat konsumtif. Sementar pasokan dalam negeri masih kurang. Ini akan menjadi peluang untuk bisa meningkatkan ekspor ke sana," kata Ahmad Syofian di Hotel Majapahit, Surabaya, Jumat (30/10/09).

Dikatakan Ahmad, harus ada perubahan paradigma bahwa konflik yang di Lebanon hanya terjadi di Lebanon Selatan, sementara Beirut dan Zahle adalah dua kota yang aman dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus. Zahle adalah kota terbesar kedua di Lebanon setelah Beirut

Ketua Umum Kadin Surabaya Jamhadi mengatakan, kerja sama ini adalah kesempatan yang cukup besar untuk meningkatkan laju ekspor Surabaya ke Libanon. Sebab sejauh ini realisasi ekspor Surabaya ke Lebanon cukup kecil. Dari total nilai eksor Surabaya yang mencapai US$13 miliar di tahun 2008, ekspor ke Lebanon hanya sebesar US$10 juta.

"Ini adalah peluang yang cukup bagus untuk meningkatkan eksor Surabaya. Sebab mereka bukan tertarik untuk melakukan ekspor ke Surabaya akan tetapi tertark untuk melakukan impor dari Surabaya. Untuk itu, saat ini kami mengadakan table meeting bagi pengusaha Surabaya yang ingin bertemu dengan mereka," tekan Jamhadi.

Jamhadi mengatakan, para importir dari Zahle tertarik untuk melakukan perdagangan di sektor building material, furniture, keramik, garmen, dan agribisnis.

Dengan langkah ini, Jamhadi berharap, laju ekspor ke Lebanon di waktu depan akan mengalami peningkatan yang teratur per tahun. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/20/2014
12.408
IHSG
12/19/2014
5.144,62
31,28 (0,61%)