Ijen Summer Jazz, perpaduan merdunya musik dan pesona alam pegunungan Banyuwangi

Minggu, 31 Juli 2016 | 14:27 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Pertunjukan musik Ijen Summer Jazz 2016 di panggung terbuka Jiwa Jawa Resort, Licin, Banyuwangi, Sabtu (30/7), sukses digelar. Perpaduan apik antara orkestrasi alam raya Gununh Ijen dengan arsitektur panggung bambu yang unik serta penampilan para musisi jazz kenamaan, menyuguhkan pertujukan yang lain dari pada yang lain. Gemerlap panggung dan hentakan musisi tak menghapus kesyahduan, hiruk pikuk penonton tak lantas menisbikan ketenangan.

"Inilah panggung jazz yang menghadirkan keintiman," ungkap Sigit Pramono, inisiator Ijen Summer Jazz.

Nita Aartsen and Friends, yang baru saja merampungkan tur di Eropa, membawakan "Senandung Melati Suci" gubahan Guruh Soekarnoputra. Iringan piano yang berpadu dengan suara drum dan bass menandai penampilan perdana Nita Aartsen and Friends dalam Ijen Summer Jazz. Suara tenor Nita dan permainan pianonya yang menawan berpadu dengan lengkingan sinden Supinah yang membawakan lagu Osing. Perpaduan tak lazim yang menguatkan suasana magis nan intim yang sulit didapatkan dalam pagelaran jazz gunung ditempat lainnya.

Suasana semakin terasa etnik dengan suguhan instrumental yang cukup menghentak dari Nita Aartsen and Friends yang membawakan komposisi Barong Balinnese. Gebukan drum dan permainan bonang dari Gustu, personil Nita and Friends, mendominasi pertunjukan. Seakan ingin menggambarkan suasana pegunungan yang berkontur, suguhan para musisi jazz itu mengajak emosi penonton untuk berpetualang.

Tak hanya sampai di situ, penonton yang telah bergairah dengan dentum dram, kembali dihujamkan dalam lembah kesyahduan dari komposisi Aurora yang diaransemen oleh multi-instrumentalist asal Perancis Jean-Sebastian Simonoviez. Permainan terompetnya mengoyak imajinasi penonton pada suasana Paris yang romantis nan eksotis itu.

Meski sempat diguyur hujan sebentar, antusiasme pengunjung tetap tak beranjak. Basah bekas hujan seolah tak ada artinya kala komposisi rancak khas Amerika Latin yang menampilkan dua musisi jazz asal Kuba tampil. Betotan gitar dari  Ernesto Enriquez Castillo dan tepukan Konga dari Pablo Calzado mampu menarik penonton untuk menggoyangkan badan,menghentakkan kaki dan menggelang-gelengkan kepala. Gebukan drum dari Pablo pada kompisi selanjutnya semakin menggairahkan penonton. Membawa emosi penonton untuk berjingkrak dan melambung ke puncak.

Sebelumnya, diva jazz Syaharani yang diiringi oleh Queen Fire Works menghipnotis penonton. Membawakan beberapa lagu dari tiga album-albumnya, Syaharani melarutkan penonton dalam puncak keintiman. Mulai dari album "Buat Kamu" yang rilis 2007, "Anytime pada 2010, hingga album "Selalu Ada Cinta" yang rilis dua tahun lalu.

Bukan Sekadar Musik

Ijen Summer Jazz ini bukan sekedar panggung musik yang hanya mengejar kesenangan semata. Namun, ada misi sosial yang lebih dari itu. Sigit Pramono yang menjadi promotor kegiatan tersebut ingin berkontribusi untuk menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang berkelas. Pagelaran jazz gunung yang telah sukses diselenggarakan di Bromo ingin ia kloning dengan konsep yang khas dan berbeda ia sajikan di bumi Blambangan.

"Ini merupakan kontribusi dari kami untuk ikut serta memajukan pariwisata di Banyuwangi. Hal ini tak lain sebagai apresiasi atas Bupati Azwar Anas yang kreatif dan berkomitmen pada seni dan budaya," tuturnya seperti dikutip Antara.

 Keberadaan Jiwa Jawa Resort maupun pagelaran jazz yang dihelat disana, tidak lantas membangun tembok tinggi yang memisahkan dengan warga sekitar. Sigit menegaskan bahwa keberadaannya di tengah masyarakat tidak hanya maju dan mewujudkan kesejahteraan sendiri. Akan tetapi, bagaimana bisa pula membawa perubahan lebih baik bagi warga sekitar.

Hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ia memuji langkah Sigit dalam mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar. Warga diajarkan bagaimana mengelola homestay dengan memanfaatkan pengunjung Ijen dari kalangan menengah. Sigit juga membangun musholla serta menjadikannya pusat Baitul Mal wal Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan  berbasis syariah kepada masyarakat sekitar.  "Inestor seperti Pak Sigit ini yang Banyuwangi butuhkan," puji Bupati Anas kepada mantan Direktur Utama BNI tersebut.

Pada Ijen Summer Jazz yang bertiket Rp. 1.500.000 tersebut, warga sekitar juga diberikan kebebasan untuk ikut menyaksikan tontonan yang high class tersebut. "Ini semata untuk meningkatkan kepercayadirian masyarakat dan memberi contoh kepada mereka dalam mengelola acara dan menyambut tamu," pungkas Sigit. 

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: