Mulai stabil, pertumbuhan ekonomi Jatim triwulan II/2016 capai 5,62%

Jum'at, 05 Agustus 2016 | 15:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekonomi Jawa Timur mulai terlihat menggeliat. Walaupun masih belum maksimal, ekonomi Jatim  di triwulan II/2016 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,62%. Capaian ini lebih besar dibanding tahun lalu pada periode yang sama yang hanya mampu tumbuh sebesar 5,23%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono mengatakan bahwa hampir seluruh sektor ekonomi Jatim telah bergeliat dan mengalami pertumbuhan, kecuali pengadaan listrik dan gas yang mengalami kontraksi sebesar 0,29%. Sementara sektor jasa keuangan dan asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 11%, disusul sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 9,67%, sektor administrasi pemerintah, pertahanan serta jaminan sosial wajib tumbuh 9,24%.

"Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, struktur ekonomi Jatim menurut lapangan usaha masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 28,84%, perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda sebesar 17,91% dan sektor pertanian, kehutanan serta perikanan menyumbang sebesar 14,43%," terang Teguh Pramono di Surabaya, Jumat (5/8/2016).

Jika diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku,  ekonomi Jatim pada Triwulan II/2016 mencapai Rp 460,28 triliun. Pencapaian itu masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dengan sumbangannya yang mencapai lebih dari separuh PDRB Jatim, yaitu sebesar 59,88% atau sebesar Rp 275,611 triliun. Selanjutnya pembentukan modal tetap bruto menyumbang 27,61% atau sekitar Rp 127,067 triliun dan ekspor luar negeri berkontribusi sebesar 16,51% atau sekitar Rp 75,998 triliun. Sedangkan pengeluaran pemerintah menyumbang 6,08% atau Rp 27,969 triliun dan net ekspor antar daerah sebesar 5,44% atau Rp 25,029 triliun.

"Jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jatim di triwulan II/2016, komponen ekspor luar negeri mempunyai sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 3,55%, diikuti komponen pengeluaran RT 2,51% dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 1,73%," terangnya.

Besarnya pertumbuhan ekspor luar negeri ini menurut Teguh salah satunya disebabkan banyaknya kemudahan dan fasilitasi perdagangan antar negara menyusul berlakunya perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sementara pertumbuhan ekonomi Jatim selama semester I/2016 tercatat mencapai 5,55%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor luar negeri yang mencapai 19,44% dan penjadi penyumbang pertumbuhan terbesar, yaitu sekitar 2,96%. Pertumbuhan tertinggi selanjutnya adalah pembentukan modal tetap bruto naik 7,17% dan penyumbang pertumbuhan sebesar 1,93%.kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: