Lepas dari Pindad, Silmy Karim siap genjot kinerja Barata Indonesia

Senin, 08 Agustus 2016 | 19:07 WIB ET
Silmy Karim
Silmy Karim

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian BUMN hari ini, Senin (8/8), melantik Silmy Karim menjadi direktur utama PT Barata Indonesia (Persero). Mantan Dirut PT Pindad tersebut sudah punya rencana besar untuk membangunkan BUMN permesinan tersebut dari "mati suri". 

Silmy mengungkapkan, salah satu yang akan didorongnya adalah produksi mesin-mesin untuk mendukung sektor logistik nasional, misalnya crane, mengingat banyaknya pelabuhan-pelabuhan yang baru dibangun dan diperluas oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

"Sepintas saya sudah lihat apa yang mau kita dorong di samping bisnis yang eksisting. Ada engineering, tapi ke depan saya lihat Indonesia sedang memperkuat logistik, ada banyak pelabuhan, saya lihat di situ butuh crane untuk bongkar muat, itu kan kita masih impor," kata Silmy di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Silmy juga ingin mendorong Barata untuk memproduksi alat-alat pertanian. Seperti diketahui, saat ini pemerintah juga sedang berupaya mencapai swasembada pangan. "Kemudian alat-alat pertanian, saya lihat ada berbagai macam ide. Akan saya pelajari kemampuan dan kapasitas internal kalau memang mumpuni akan saya dorong di situ," tuturnya.

Selain itu, dirinya juga ingin Barata dapat mendukung pembangunan infrastruktur di dalam negeri.  "Ada untuk infrastruktur yang kita kolaborasi dengan BUMN-BUMN infrastruktur seperti jembatan konstruksi besi di mana Barata bisa berpartisipasi," ucap Silmy.

Adanya program 35.000 MW tentu meningkatkan kebutuhan akan komponen untuk pembangkit listrik. Barata diharapkan dapat memproduksinya.  "Saya tentunya akan mendukung program BUMN kaitannya dengan kelistrikan, di mana kita bisa mengoptimalkan peran Barata dalam membangun atau merawat pembangkit listrik," kata dia.

Adapun bisnis eksisting PT Barata yang akan terus digenjot oleh Silmy adalah revitalisasi mesin-mesin pabrik gula di dalam negeri agar impor gula dapat ditekan. 

"Yang sedang dikerjakan saat ini salah satunya revitalisasi mesin pabrik-pabrik gula di Indonesia. Salah satu peran Barata yang eksisting di situ," dia menjelaskan.

Silmy berjanji akan menjalankan tugas baru ini dengan sebaik-baiknya, harus ada capaian positif yang dapat disumbangkan baik untuk Barata maupun untuk negara.

"Yang pasti akan ada yang menarik untuk Indonesia, selalu memberikan nilai tambah dimana pun. Jadi di mana pun saya berada harus memberikan nilai tambah untuk perusahaan dan untuk negara," pungkasnya. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: