Cara cerdas Lussi garap peluang bisnis pengolahan data

Jum'at, 26 Agustus 2016 | 15:32 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tingginya kebutuhan pengolahan data pada perguruan tinggi khususnya bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir membuat jasa pengolahan data menjadi salah satu celah bisnis yang menarik untuk dikembangkan. Kerumitan pengolahan data yang menyita waktu bisa dieliminir dengan menyewa jasa profesional pengolah data.

Peluang bisnis inilah yang dimanfaatkan Lussi Agustina. Gadis alumni jurusan alumni Prodi Statistik Universitas Airlangga yang menyelesaikan kuliahnya dalam tempo 3,5 tahun ini mengajak beberapa teman dari alumni jurusan yang sama untuk mendirikan perusahaan jasa konsultasi statistik yang diberi nama Indoraj Consulting.

Bisnis pengolahan data statistik menurutnya punya peluang besar untuk berkembang. “Kebutuhan pengolahan data saat ini dan masa mendatang cukup tinggi. Mulai dari mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir atau melakukan penelitian, instansi swasta, pemerintahan hingga perorangan pasti membutuhkan pengolahan data stistik untuk berbagai keperluan. Ini yang saya lihat menjadi peluang bisnis ini bisa berkembang di masa mendatang,” tuturnya kepada kabarbisnis.com, Jumat (26/8/2016).

Mengawali bisnis dengan dua orang rekannya, Lussi mengalami jatuh bangun mengembangkan usaha yang masih belum banyak dilirik orang ini. Awalnya, Lussi menawarkan jasanya door-to-door dengan mendatangi kampus-kampus di seantero Surabaya. Tempat nongkrong mahasiswa, hingga tempat ibadah ia sambangi untuk memaparkan bisnisnya kepada calon klien. Berbagai kalangan, selain mahasiswa yang menjadi target merket utama, juga gadis berjilbab ini temui seperti dosen hingga pebisnis.

Selain meyakinkan klien, tantangan dalam menjalani bisnis seperti ini adalah ia dan timnya harus belajar mengenai bidang-bidang baru. “Karena ini bidang jasa jadi bekal utamanya adalah pengetahuan dan wawasan mengenai statistik, selain menguasai ilmu statistik kami juga harus belajar terkait keuangan perusahaan, manajemen, ekonomi, sampai kuliner harus dipahami karena ada kalanya klien yang datang membutuhkan pengolahan data mengenai itu,” paparnya.

Kini, Lussi mengaku sudah mempunyai sedikitnya 20 klien tetap yang mempercayakan kebutuhan pengolahan datanya. Bukan hanya di Surabaya, kliennya pun berasal dari luar kota seperti Jakarta hingga Batam. Omsetnya pun terus bertumbuh. “Kalau sekarang sudah lumayan banyak kliennya, kebanyakan dari mahasiswa,” katanya tanpa mau menyebutkan jumlah pastinya.

Untuk terus memperbesar bisnisnya, Lussi terus membangun jaringan, salah satunya dengan aktif bergabung di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surabaya. Ia rajin mengikuti  pertemuan-pertemuan bisnis antar pengusaha pemula. Ia juga menjadi koordinator untuk calon pengusaha yang tergabung dalam Hipmi Perguruan Tinggi (Hipmi PT).

“Dengan bergabung di organisasi pengusaha seperti Hipmi ini banyak sekali keuntungan yang bsia diperoleh. Selain jaringan, kita juga bisa bertukar pikiran dan ide dengan para pengusaha lain yang sudah mapan,” ujarnya. kbc8

Bagikan artikel ini: