Menteri Airlangga berambisi cetak 1.170 wirausaha industri baru

Jum'at, 02 September 2016 | 09:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian berambisi untuk bisa menciptakan 1.170 wirausaha industri baru, seiring didapatkannya jatah anggaran untuk 2017 sebesar Rp 2,943 triliun.

"Di tahun 2017 kita akan membuat program prioritas, di antaranya untuk pengembangan wilayah industri, peningkatan populasi industri, dan meningkatkan daya saing dan produktivitas industri," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di Komisi VI DPR, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).

Airlangga menyebutkan, untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan industri kecil dan menengah misalnya dengan cara pelatihan, bantuan startup, dan pendampingan. Ia menargetkan, ada 1.170 wirausaha industri baru.

"Penumbuhan 1.170 wirausaha industri baru melalui pelatihan, bantuan startup, dan pendampingan," kata Airlangga.

Ia mengatakan, akan mendukung pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebanyak 95 IKM. Untuk itu, dilakukan penyediaan kualitas dan desain produk, bahan baku serta sarana produksi.

Kemenperin juga akan meningkatkan kemampuan 70 sentra IKM, baik sentra IKM Pangan, barang dari kayu dan furnitur, sentra IKM kimia, sandang, aneka dan kerajinan, serta IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut. Serta menata kembali mesin/peralatan IKM dengan cara memberikan bantuan keringanan harga untuk pembelian mesin peralatan produksi pada 163 IKM.

Serta memfasilitasi informasi pasar, promosi, dan pameran untuk 127 IKM. Pemerintah juga akan mengembangkan industri di daerah-daerah (desentralisasi) sehingga tidak hanya berpusat di Jawa.

Selama ini, IKM dan UKM memiliki desain kemasan yang kurang menarik. Sehingga dilakukan program upaya peningkatan kualitas desain kemasan dan produk.

"Peningkatan kualitas desain kemasan dan produk bagi IKM melalui Klinik Hak Atas Kekayaan Intelektual IKM, serta klinik pengembangan desain merek dan kemasan," kata Airlangga.

Pemerintah juga akan membina IKM melalui kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional, pengembangan iklim usaha dan kelembagaan, serta memfasilitasi pengembangan IKM melalui lembaga pendidikan keagamaan, dan fasilitasi peningkatan akses pembiayaan. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: