Dukung programmer muda, Bukalapak gelar Kontes Programming

Minggu, 04 September 2016 | 21:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Salah satu pemain terbesar e-commerce di Indonesia, Bukalapak, terus berusaha meningkatkan dukungan terhadap anak muda yang mempunyai bakat di bidang IT khususnya pemrograman dengan kembali menggelar Programming Contest di Surabaya.

Chief Technology Officer (CTO) Bukalapak, Nugroho Herucahyono, mengatakan, kompetisi yang diadakan Bukalapak bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit programmer muda khususnya dari kalangan mahasiswa.

"Bukalapak Programming Contest ini kembali diadakan dengan tujuan mendukung serta mewadahi minat dan bakat mahasiswa di bidang teknologi, khususnya bidang competitive programming, Kami berharap kompetisi ini dapat menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat serta dapat meningkatkan minat pelajar di Indonesia terhadap Teknik informatika," ujar Nugroho yang juga Co-Founder Bukalapak di sela Programming Contest yang diadakan di Hotel Garden Pallace Surabaya, Minggu (4/9/2016).

Dalam kompetisi ini, sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai kampus di Jatim dan Indonesia timur berkompetisi untuk menyelesaikan puzzle algoritma dengan menggunakan Bahasa C/C++, Java, Pascal maupun Python. Para peserta ini sebelumnya sudah lolos seleksi awal  yang diikuti sekitar 300 mahasiswa.

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf, Selliane Halia Ishak, menambahkan kompetisi seperti ini diharapkan bisa memberikan platform pembelajaran dalam bentuk praktik kepada para mahasiswa sehingga memiliki pemahaman dan pengalaman yang bisa diaplikasikan di dunia kerja nanti.

"Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan industri kreatif. Sedangkan peran programmer dalam mendukung bisnis dan infrastruktur digital sangatlah penting. Melalui Programming Contest Bukalapak ini, kami berharap terbangun competitive spirit serta keinginan untuk berkontribusi terhadap dunia digital Indonesia," kata Selliane.

Terkait pertumbuhan bisnis digital di Indonesia, Selliane menambahkan Bekraf yang merupakan lembaga baru bentukan Presiden Jokowi siap mendukung hal tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan Bekraf terkait infrastruktur adalah penyediaan software pembuat game yang bisa dimanfaatkan oleh start up untuk mengembangkan bisnis.

Di sisi lain, Head of Human Capital Management Bukalapak, Gema Buana Putra, mengambahkan saat ini kebutuhan jasa programmer meningkat seiring pertumbuhan pesat bisnis digital di Indonesia. Ia mencontohkan, di Bukalapak sendiri saat ini mempunyai lebih dari 150 orang programmer yang bekerja untuk mengembangkan platform salah satu e-commerce terbesar di Indonesia tersebut.

“Kami merekrut programmer secara terus menerus, bahkan setiap minggu kami merekrut programmer baru untuk mengembangkan berbagai platform Bukalapak seperti Web, Android maupun iOS. Programmer yang kami rekrut pun juga banyak yang fresh graduate dan semuanya anak bangsa, tidak ada pekerja asing yang kami rekrut. Yang kami lihat di lapangan, kemampuan programmer Indonesia tidak kalah dengan programmer dari luar negeri,” tuturnya. kbc8

Bagikan artikel ini: