Soekarwo yakin ekonomi Jatim tumbuh 5,7 persen, ini alasannya

Senin, 05 September 2016 | 07:47 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gubernur Jawa Timur Soekarwo optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bisa mencapai 5,7 persen pada akhir 2016. Dia beralasan, kondisi pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2016 yang telah mencapai 5,5 persen. Angka tersebut lebih baik dibanding akhir tahun lalu yang hanya 5,4 persen.

"Ada investasi yang masuk dari Inggris, Jepang, dan Singapura untuk bidang plastik dan farmasi," ujar Soekarwo setelah menghadiri seminar soal amnesti pajak yang diselenggarakan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah di Hotel Shangri-La Surabaya, akhir pekan lalu.

Soekarwo menyebutkan, sektor pertanian dan perdagangan merupakan pendorong utama kenaikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II. Konsumsi sektor perdagangan didorong oleh perayaan hari besar keagamaan dan pencairan gaji ke-13 dan ke-14. "Ada dorongan dari sisi permintaan," ucapnya.

Untuk sektor pertanian, peningkatan karena musim panen yang lebih panjang. "Jadi, semua panen padi masuk di triwulan kedua," ujar Soekarwo. Sementara itu, pertumbuhan sektor industri turun.

Soekarwo melanjutkan, Jawa Timur mengalami kenaikan ekspor ke Swiss dan Amerika Serikat. Khususnya ekspor perhiasan, nilainya melambung pesat dari US$ 3,47 miliar pada 2015 menjadi US$ 3,51 miliar pada semester pertama 2016. "Prediksi tahun ini ada kenaikan ekspor perhiasan sebesar US$ 6 miliar," tutur dia.

Selain emas, perabot rumah tangga dan farmasi menjadi komoditas ekspor paling banyak di Jawa Timur. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: