Menteri Airlangga berambisi ciptakan 20 ribu pengusaha baru hingga 2019

Kamis, 15 September 2016 | 08:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong terciptanya wirausaha baru di Tanah Air. Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto bahkan menargetkan tambahan 20.000 wirausaha baru hingga tahun 2019.

"Untuk mewujudkannya salah satunya lakukan pelatihan-pelatihan, akan di dorong melalui e-smart IKM (Industri Kecil dan Menengah)," ujar Menperin Airlangga, di kantornya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2016).

Airlangga mengatakan, pemerintah akan melakukan pelatihan kepada beberapa pelaku industri di berbagai sektor. Program ini nantinya akan mengelompokkan beberapa pelaku industri sehingga bisa terhubung dengan e-commerce dalam negeri hingga luar negeri.

"Jadi programnya kita akan mencari sektor-sektor konsumer yang masuk sektor digital seperti kosmetik, jewelry, nanti kita bagi cluster, clusternya nanti kita connect dengan e-commerce dalam negeri seperti yang ada sekarang Lazada, Blibli, nanti kita akan push untuk eksport market dengan e-commerce yang ada di luar," ujar Airlangga.

Saat ini ada sekitar 14 juta IKM. Dalam RPJM 2015-2019 sasaran strategis yang ingin dicapai dalam 5 tahun ke depan adalah penciptaan wirausaha kecil baru 20.000 orang, wirausaha menengah baru 4.500 orang, serta rasio persebaran sektor IKM jawa dan luar jawa 60,34 : 39,66.

Sektor yang saat ini paling banyak adalah industri kerajinan, fashion, dan furniture. Nantinya pelatihan ini akan melibatkan beberapa sektor menjadi satu.

Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, mengatakan bahwa program E-smart IKM ini akan mempertemukan IKM dengan buyer.

"Kita ada e-smart IKM ini mempertemukan IKM dan buyer ini supaya nilainya 0, jadi kita bantu mereka, kita nanti ada website IKM yang mati suri, jadi ini dibangun supaya ada data bisa lebih gampang. Pertama yang akan saya lakukan disini adalah perbaikan database yang akan kami sempurnakan dan komunikasi di dalam perindustrian sendiri dengan beberapa dirjen," kata Gati.

Ia mengatakan ada beberapa konsep yang masih harus dikomunikasikan dengan beberapa Dirjen di Kemenperin. Selain itu, nanti program ini juga akan mengajak Kemenkominfo untuk mendorong industri baru dengan konsep digital.

"Nanti kita akan ketemu dulu karena e-smart ini ada beberapa Dirjen jadi nanti kita bicara dulu. Kalau konsep dan matang dulu jadinya ini enak tuh karena Menkominfo ini harus tahu," ujar Gati. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: