Perkenalkan printer sistem infus, Canon bidik 30 ribu unit di Surabaya

Senin, 24 Oktober 2016 | 21:48 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Distributor resmi printer Canon di Indonesia, PT Datascript, menargetkan penjualan seri terbaru printer inkjet Canon seri-G bisa mencapai 100 ribu unit tahun ini dimana 30% diantaranya akan dikontribusi dari wilayah Surabaya dan Jatim.

Division Manager Canon Consumer Systems Products PT Datascrip, Monica Aryasetiawan, mengatakan jajaran printer Canon seri-G yang membidik pengguna heavy user dengan kebutuhan cetak tinggi diharapkan bisa menjadi pesaing bagi produk-produk dari merek lain yang sebelumnya sudah hadir di pasaran.

Tiga produk printer Canon yang masuk dalam jajararan seri-G yakni G1000, G2000 dan G3000 ini menggunakan teknologi infus (ink-tank) untuk menampung tinta yang kemudian dialirkan ke printer head. Teknologi ini baru digunakan Canon, setelah sebelumnya pabrikan asal Jepang ini mengandalkan teknologi cartridge.

“Harus kami akui memang kami sedikit terlambat masuk di pasar printer dengan sistem infus. Namun dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan jajaran printer Canon seri-G ini, kami optimis bisa meraih pasar tersendiri,” katanya kepada wartawan di sela peluncuran ulang jajaran Printer Canon seri-G untuk pasar Surabaya, Senin (24/10/2016).

Ia menambahkan, dengan sistem infus dan tangki tinta yang mudah dijangkau, maka konsumen tidak perlu repot mengisi ulang tinta. Penggunaan sistem infus juga diklaim mampu menurunkan biaya pencetakan karena bisa mengeliminir biaya pembelian cartridge yang cukup mahal.

Untuk printer seri-G dari canon ini menggunakan 4 tangki warna yang mampu mencetak hingga 7.000 lembar untuk cetakan hitam putih dan 6.000 lembar untuk pencetakan warna dalam sekali pengisian tinta. Dengna harga tinta yang dibandrol Rp 90 ribuan per botol, biaya cetak untuk hitam-putih bisa dihemat hingga menjadi Rp 15 per lembar.

“Tingkat efisiensi ini tentunya sangat menarik bagi pengguna heavy user seperti mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir, atau kantor yang membutuhkan pencetakan cukup banyak setiap harinya,” kata Monica.

PT Datascript membanderol jajaran printer Canon seri-G ini mulai harga Rp 1,775 juta untuk tipe G1000 yang merupakan single function printer. Berturut-turut tipe G2000 yang merupakan multifunction printer ditawarkan seharga Rp 2,19 juta dan untuk tipe G3000 yang mengusung teknologi wireless printing dibanderol Rp 2,775 juta.

Untuk layanan purna jual, Canon memberikan garansi standar 2 tahun dan tambahan garansi 1 tahun apabila melakukan registrasi secara online. Untuk print headnya sendiri digaransi 1 tahun atau 15 ribu lembar.

Saat ini, menurut data International Data Corporation (IDC) Canon masih memimpin pasar printer inkjet di tanah air dengan penguasaan pasar sekitar 46%, termasuk didalamnya printer dengan sistem infus. Monica mengatakan tahun ini diharapkan pasar printer tanah air membaik setelah cukup tertekan tahun lalu. kbc8

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: