Belajar dari Sumiarsih, pengusaha perempuan yang berhasil kerek omzet dari Rp1,8 juta jadi Rp600 juta per bulan

Kamis, 03 November 2016 | 14:22 WIB ET

SUMIARSIH berjibaku melawan keadaan yang serba terbatas. Bagi dia, nasib manusia memang tak sempurna, tapi kerja keras menjanjikan akhir cerita yang berbeda. Hasilnya: omzet yang semula hanya Rp1,8 juta, kini sudah tembus Rp600 juta per bulan.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika usaha yang dirintis Sumiarsih akan menjadi semakin besar. Tak ada mimpi bisa melakukan ekspor. Yang ada dalam benaknya hanya bekerja dan bekerja. Tapi justru fokus itulah yang membuatnya kini menyabet penghargaan Wirausahawan Perempuan dari Gubernur Jatim Soekarwo.

”Saya tak pernah muluk-muluk. Apa yang ada hari ini dikerjakan, yang ada disyukuri. Yang penting terus bekerja,” ujar Sumiarsih.

Sumiarsih memulai semuanya dari keterpaksaan. Dia memutar otak untuk membantu ekonomi keluarga. Bermodal cekak, ia memulai usaha dengan membuat kerupuk kedelai pada 2004. Tak banyak yang bisa diproduksi karena ketiadaan modal. Hanya sekitar 3 kilogram saja yang ia jual ke teman-teman suaminya di pabrik televisi di Kabupaten Lamongan.

“Saat itu, gaji suami saya Rp 200.000. Terbatas untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Walaupun anak saya hanya satu, banyak saudara yang ikut kami sehingga uang hasil kerja  suami saya tidak bisa memenuhi semua kebutuhan,” kenang Sumiarsih.

Sumiarsih mengakui, kerupuk yang ia produksi ini memang tidak asing. Tetapi di tangannya, produk tersebut menjadi  cukup diminati karena rasanya enak. Karena rasanya yang pas dan harga yang terjangkau, banyak yang senang dan memesan. Hingga akhirnya usahanya menjadi semakin besar. Dia mengusung nama SBY Corporation untuk usaha kerupuknya.

Jika awalnya produksi hanya sekitar tiga kilogram, dengan besarnya pesanan kini produksinya sudah mencapai satu ton per hari. Tidak hanya itu, ia juga mengembangkan usahanya dengan memperbanyak jenis kerupuk yang diproduksi. Saat ini, ada sekitar empat jenis kerupuk. Selain kerupuk kedelai, ada juga kerupuk bawang, kerupuk ikan, dan kerupuk kacang hijau.

Kerupuk yang ia produksi tersebut sudah terdistribusikan ke seluruh Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatra, hingga Maluku. Ia juga kerap melakukan ekspor kerupuk kedelai ke Malaysia, volumenya mencapai  1 ton per bulan. Selain Malaysia, kerupuk produksi SBY Corporation ini juga telah menembus pasar Taiwan, tetapi ekspor ke Taiwan ini tidak langsung. Biasanya kerupuk produksinya diambil oleh sebuah perusahaan yang selanjutnya diekspor ke Taiwan.

Selain beraneka ragam kerupuk, sejak tahun 2010 ia mulai mengembangkan bisnisnya ke bumbu masak instan. Keinginan tersebut terinspurasi saat ia mengikuti pelatihan membuat  bumbu Coto Makassar instan yang dikemas dan dijual di pasar.

 “Dari situ saya berfikir, kenapa Lamongan yang terkenal dengan Soto Lamongan-nya tidak memproduksi bumbu Soto Lamongan instan. Akhirnya  saya memutuskan untuk mulai memproduksinya. Awalnya hanya bumbu soto, tetapi sekarang berkembang banyak. Ada sekitar 7 jenis bumbu instan yang kami produksi, sesuai permintaan pasar,” terangnya.

Dan pada 2012, ia kembali melakukan diversifikasi usaha dengan memproduksi aneka olahan produk perikanan, seperti bakso ikan, tahu bakso dan nugget. Selain itu, ia juga kerap memproduksi olahan bandeng jika ada pesanan, seperti bandeng presto, otak-otak bandeng dan bandeng supit.

Langkah tersebut diambil karena melihat besarnya potensi kelautan Lamongan yang sangat besar. Lamongan tercatat sebagai daerah penghasil perikanan terbesar di Jawa Timur. Dan saat ini, produksi olahan  hasil perikanan SBY Corporation ini mencapai sekitar satu kuintal per bulan. “Kalau olahan produk perikanan  ini belum banyak yang mengerti. Pemasarannya sekarang masih di Lamongan dan sekitarnya serta disaat ada pameran  saja,” ungkapnya.

Jerih payah yang ia dedikasikan untuk usahanya ternyata tidak sia-sia. Pada tahun 2013 ia mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jatim, Soekarwo sebagai Wirausahawan Perempuan tingkat I Jatim.  Dan pada tahun ini, Sumiarsih juga berhasil menyabet penghargaan serupa dari Gubernur Jatim yang diserahterimakan pada 6 Oktober 2016. kbc6

Bagikan artikel ini: