‎Ekonomi Jatim tumbuh 5,61% di triwulan III 2016

Selasa, 08 November 2016 | 17:18 WIB ET

SURABAYA , kabarbisnis.com: Kinerja ekonomi Jawa Timur triwulan III/2016 bila dibandingkan triwulan III/2015 (yoy) tumbuh sebesar 5,61%. Meningkat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,53%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 17,48%. Stabilnya kondisi tersebut disebabkan lifting minyak dan gas di Jatim mengalami peningkatan di triwulan ketiga tahun ini. Bahkan khusus untuk minyak bumi, pertumbuhannya sampai 23%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) di Surabaya, kemaren mengatakan bahwa peran sektor Pertambangan dan Penggalian semakin meningkat sejak memasuki tahun 2016. ‎Hal ini terutama didorong oleh kinerja Subkategori Pertambangan Minyak dan Gas Bumi yang meningkat cukup signifikan.

"Meningkatnya pertumbuhan sektor Pertambangan dan Penggalian ini pula yang mendorong perekonomian Jatim tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2015. Di triwulan ketiga hampir semua lapangan usaha tumbuh positif kecuali Kategori Pengadaan Listrik, Gas dan produksi es yang mengalami kontraksi 1,55 persen (yoy)," tegas Teguh.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa jika dilihat dari pengeluaran, pada triwulan III/2016 sebagian besar komponen mengalami pertumbuhan, sedangkan yang mengalami kontraksi adalah Komponen pengeluaran pemerintah sebesar 3,63%.

"Pertumbuhan tertinggi dialami oleh Komponen Net Ekspor Antar Daerah yang tumbuh sebesar 20,81%; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT, Pembentukan Modal Tetap Bruto, Konsumsi Rumahtangga, Ekspor Luar Negeri dan Impor Luar Negeri yang masing-masing sebesar 7,32%; 6,69%; 4,82%;‎ 3,99% dan 0,43%," katanya.

Tingganya pertumbuhan tersebut dipicu oleh konsumsi rumah tangga imbas dari pendapatan rumah tangga yang semakin membaik terutama dengan adanya gaji ke-14, kemudian inflasi Jawa Timur yang relatif terkendali menjadi salah satu faktor pendorong konsumsi rumah tangga serta kondisi inflasi sampe dengan September 2016 yang tercatat 1,96%.

Selain itu, konsumsi pada Hari Raya Idul Fitri, perayaan hari kemerdekaan Republic Indonesia, Hari raya Idul Adha yang dilakukan oleh rumahtangga maupun lembaga nonprofit juga mendorong tumbuhnya perekonomian Jawa Timur.kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: