Pengusaha Malaysia tertarik tanam modal di Jatim

Rabu, 09 November 2016 | 10:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekonomi Jawa Timur yang cukup stabil mendorong negara lain untuk tertarik berinvestasi di sini, salah satunya adalah pengusaha Malaysia yang tergabung dalam "The Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Malaysia" (ACCIM). Dalam kunjungannya ke Graha Kadin Jatim, mereka mengaku tertaik untuk berinvestasi di banyak sektor ekonomi, utamanya sektor makanan dan minuman .

Vice-President ACCIM Dato Liew Sew Yee mengatakan, bisnis makanan memang cukup menarik. Terlebih dengan melihat ekonomi Jatim yang cukup bagus dan pasar yang ada disini. "Kami sangat tertarik berinvestasi di sektor makanan, Pasarnya cukup bagus disini," ujar Dato Liew saat berkunjung ke Kadin Jatim, Surabayan Selasa (8/11/2016).

Selain sektor makanan, pihaknya juga ingin berinvestasi di sektor perhotelan karena memiliki potensi yang masih bagus juga. "Kami juga ingin membangun industri pengolahan kacang. Potensi pasar untuk makanan masih tumbuh bagus di Jawa Timur. Iklim investasinya juga bagus dan Jatim bisa menjadi daerah penghubung ke daerah lain," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi mengatakan, Indonesia mengalami perturbacje ekonomi cukup bagus, yakni mencapai 5,02%. Sedangkan Jatim sebesar 5,6% dan Surabaya sebesar 6,6%. Padahal pertumbuhan ekonomi Malaysia saat ini  hanya mampu mencapai 3,4% dengan target peningkatan hingga 3,7%. Para pengusaha Malaysia itu mengakui lambatnya pertumbuhan di negara tersebut akibat tekanan ekonomi global yang masih terasa hingga saat ini.

Sehingga  beberapa pengusaha Malaysia tersebut  menilai tingginya pertumbuhan Indonesia dapat diartikan daya beli masyarakat masih ada, sehingga memiliki potensi yang tinggi. "Mereka terdiri dari 20 delegasi sangat senang karena Jatim memiliki pertumbuhan bagus, dan tertarik berinvestasi ke Jatim karena negara mereka sangat sulit," katanya.

Berdasarkan data realisasi investasi Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur mencatat realisasi investasi Malaysia di Jatim tahun 2016 mencapai Rp0,84 triliun, yang berasal dari 8 perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 159 orang.

Sedangkan sampai triwulan III tahun 2016 realisasi investasi dari Malaysia mencapai Rp4,58 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 556 orang. Adapun total realisasi investasi di Jawa Timur sampai triwulan ketiga tahun 2016 mencapai Rp118,63 trilun, atau mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yakni Rp107,30 triliun. kbc6

Bagikan artikel ini: