Dikunjungi dubes Korea, Bupati Anas cari tahu rahasia mewabahnya K-Pop

Jum'at, 18 November 2016 | 15:06 WIB ET
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Dubes Korsel untuk Indonesia Cho Taiyoung
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Dubes Korsel untuk Indonesia Cho Taiyoung

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ingin meniru langkah Korea Selatan yang sukses mengglobalkan budaya mereka yang kini terkenal dengan sebutan K-Pop, sehingga digemari oleh masyarakat dunia.

"K-Pop sungguh luar biasa. Bagaimana mereka melakukan pemasaran budaya dan gaya hidup, mulai dari drama, kuliner, sampai musik dan joget seperti Gangnam Style begitu heboh di mana-mana," kata Anas di sela-sela mendampingi Dubes Korea untuk Indonesia Cho Taiyoung di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.

Dubes Korea Selatan untuk Indonesia berkunjung ke Banyuwangi sejak Kamis (17/11). Dubes Cho mengunjungi sejumlah tempat, mulai dari melihat pelayanan publik, Desa Adat Kemiren, hingga Pantai Solong.

Kehadiran Dubes Cho tak disia-siakan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas untuk menggali rahasia kesuksesan Korea Selatan dalam mengglobalkan budaya lokalnya. Arus besar budaya Korea yang kerap disebut K-Pop ke berbagai negara di dunia dinilai Anas sangat menginspirasi.

"Saya sempat tanyakan ke Dubes Cho. Ternyata ini memang dibangun bukan dalam setahun atau dua tahun. Ini proses panjang, di mana Korea paham bahwa kreativitas sangat kuat dalam menggerakkan perekonomian mereka," kata Anas saat menikmati kopi bersama Dubes Cho di Desa Adat Kemiren.

Anas juga mencermati bagaimana Korea memusatkan ekonominya pada kreativitas yang tecermin bukan hanya pada sektor industri kreatifnya, tapi juga teknologinya.Penetrasi produk teknologi dari Korea mencerminkan hal tersebut, seperti merek LG, Samsung, dan Hyundai. "Makanya nation branding mereka adalah Creative Korea. Kuat sekali, karena memang pusat kreativitas ada di sana," ujarnya.

Korea, ujar Anas, termasuk raksasa ekonomi dunia. Nilai perekonomiannya mencapai 1,3 triliun dolar AS, tahun lalu menempati posisi 11 dunia. "Padahal, dulu tahun 1945, mereka termasuk negara termiskin. Saya baca laporan bahwa lonjakan pendapatan per kapita dari awal-awal mereka merdeka pada 1945 sampai saat ini adalah lonjakan terbesar yang pernah dicapai suatu negara di dunia ini. Kita harus belajar kepada mereka," ujar Anas. 

Kunjungan kerja Dubes Cho ini juga dimanfaatkan untuk mendorong SDM Banyuwangi. Dubes Cho mengunjungi Politeknik Negeri Banyuwangi untuk melihat proses pendidikan di tempat tersebut. "Kami mendorong ada sinergi. Kami bisa mendapat supervisi dari Korea untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Banyuwangi," ujar Anas.

Sementara itu, Dubes Cho Taiyoung sebagaimana dikutip keterangan Humas Pemkab Banyuwangi mengatakan kunjungannya ke kabupaten paling timur di Pulau Jawa itu untuk mempereat hubungan dengan daerah yang ada di Indonesia. Dia mencermati perkembangan Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir. 

"Kunjungan saya ke Banyuwangi semakin menambah kecintaan saya pada Indonesia. Ini negeri yang luar biasa," katanya.

Terkait pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni-budaya, kata dia, Korea memang membangunnya dengan berkelanjutan. "Seni-budaya menjadi diplomasi yang bisa diterima banyak kalangan di dunia ini. Hal tersebut menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengembangkan pusat-pusat kreativitas di Korea," ujar Cho. kbc8

Bagikan artikel ini: