Bank diminta dukung permodalan wirausaha mandiri

Jum'at, 25 November 2016 | 14:00 WIB ET

BANDUNG, kabarbisnis.com: Perbankan diminta mendukung pengembangan wirausaha mandiri, terutama yang bergerak di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Karenanya, perbankan harus aktif melakukan jemput bola untuk menyalurkan kredit modal kerja bagi pelaku UMKM.

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi menilai mayoritas pelaku perbankan lebih banyak duduk di balik meja dan menunggu pengusaha datang mengajukan kredit.

“Berapa banyak sih pelaku usaha mikro yang berani mendatangi bank, mengajukan kredit. Yang berani datang belum tentu disetujui,” katanya dalam diskusi bertajuk Peran Perbankan dalam Mendukung Wirausaha Muda di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu (23/11/2016).

Dia mengatakan bank saat ini menghindari untuk memberikan kredit bagi pelak usaha mikro karena tingginya kredit macet. Namun, menurutnya, nilai kredit macet UMKM, seperti dilaporkan BI Jabar, terus turun.

“Saya paham, tingginya kekhawatiran perbankan yang ada Jawa Barat. Terlebih lagi, berdasarkan catatan saya, ada dua wilayah di Jabar, yakni Kabupaten Garut dan Sukabumi yang NPL (risiko kredit macet) –nya tinggi, bisa sampai 80 persen,” tegasnya.

Meski demikian, perbankan bisa memanfaatkan potensi sejumlah kabupaten dan kota di Jabar, seperti Bandung, yang dilihat dari jumlah unit usahanya dalam 10 tahun terakhir di peringkat kedua.

“Di Bandung saja, ada kredit melati dan Kredit Cinta Rakyat (KCR). Skema yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha itu banyak tetapi mereka kesulitan mengaksesnya dengan berbagai persyaratan kaku. Padahal, untuk UMKM, saya kira perlu ada perlakuan khusus,” katanya.

Selain itu, pemkot dan pemprov juga harus memfasilitasi dari sisi infrastruktur agar dalam jangka menengah dan panjang. Pelaku UMKM bisa memiliki infrastruktur dan sarana tetap meskipun bersifat sementara. Sebab, berdasarkan Susenas 2016, usaha-usaha yang ada di Jabar itu tidak memiliki tempat usaha tetap dengan alasan tidak mampu menyewa tempat.

Pada kesempatan sama, Bussines Development Mandiri Regional VI Jawa 1, Puspa Ayu Wulandari menambahkan untuk menyalurkan kredit tepat sasaran, sejak 2007 sudah memiliki program Wirausaha Muda Mandiri.

“Dari tahun ke tahun kami bekerja sama dengan Perguruan Tinggi untuk menghimpun para pelaku usaha yang baru berjalan satu tahun dan seterusnya,” jelasnya. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: