Pentingnya filter pesan berantai di media sosial

Rabu, 30 November 2016 | 06:57 WIB ET
(Istimewa)
(Istimewa)

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Tingginya penetrasi internet melalui media sosial sangat berdampak pada percepatan arus informasi. Arus informasi yang kian tak terbendung ini apabila mengalir tanpa filter bisa mendorong pada perpecahan bangsa.

Ini pula yang diserukan Indah Kurnia, Anggota Komisi XI DPR RI, di hadapan puluhan warga di daerah pemilihannya (dapil) Sidoarjo dalam Sosialisasi Empat Pilar yang diadakan di Ruko Palm Square Pondok Tjandra, Minggu (27/11/2016).

"Saat ini pesan berantai atau broadcast message begitu mudahnya diterima semua orang dalam hitungan menit. Celakanya, kebanyakan informasi itu tidak bisa dipertanggungjawabkan keakurasiannya," komentar Indah Kurnia.

Hal ini, kata dia, membuka potensi keresahan dan kericuhan dalam masyarakat. "Jangan mudah terprovokasi, bila dapat broadcast message (pesan berantai)cukup berhenti di bapak/ibu yang saat itu menerima pesan. Tidak perlu diteruskan," lanjutnya.

Pada banyak kasus, termasuk di dunia politik, kericuhan terprovokasi dari munculnya pesan berantai. "Persatuan di tengah kian beragamnya perbedaan semakin penting untuk dijaga. Kita tahu bahwa negara ini membutuhkan generasi yang tangguh, tetap menjaga persatuan dengan menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan," jelasnya.

Empat pilar tersebut yakni, Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Keempatnya menjadi harga mati untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat di negara Indonesia yang majemuk ini.

"Fokus kia saat ini, kita tidak lagi berjuang dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dengan otot, tapi dengan kecerdasan. Kalau bangsa kita mudah dihasut, diprovokasi, maka NKRI akan mudah terpecahbelah. Musuh kita bukanlah bangsa kita sendiri, kita harus bersaing dengan negara-negara tetangga. Masalah yang lebih penting yakni perbaikan perekemomian bangsa ini," ujarnya. kbc2

Bagikan artikel ini: