Bupati Anas raih Marketeer Award 2016

Sabtu, 10 Desember 2016 | 05:52 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali mendapatkan penghargaan di bidang pemasaran daerah. Kali ini, Anas menyabet Regional Marketeer Award (RMA) 2016 dari MarkPlus Inc. Penghargaan diserahkan oleh Founder Markplus dan tokoh pemasaran Indonesia, Hermawan Kartajaya kepada Bupati Anas, di Jakarta, belum lama ini. Penghargaan bidang pemasaran ini merupakan yang kali kesekian bagi Anas. Sejak 2014, penghargaan pemasaran bergengsi di Indonesia ini selalu didapatkan Anas.

”Tentu kami berterima kasih atas penghargaan ini. Tapi teman-teman di Banyuwangi bekerja bukan untuk penghargaan. Kalau pun ada penghargaan, ini ibarat bonus dan pengingat untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Anas saat dihubungi, Sabtu.

Anas mengatakan, pemasaran  daerah adalah hal strategis yang harus dilakukan untuk memajukan daerah. Bahkan, Anas memosisikan dirinya sebagai seorang salesman bagi Banyuwangi. "Setiap ada kesempatan, saya selalu promosi. Di gadget saya lengkap tersimpan file presentasi data, foto, dan video tentang Banyuwangi. Ketemu orang di bandara, lewat Twitter, Instagram, forum di mana-mana saya selalu pasarkan Banyuwangi. Tentu strategi besar terkait bagaimana pemasaran daerah juga dilakukan," ujarnya.

Anas mengatakan, Banyuwangi konsisten untuk terus memasarkan beragam potensi yang dimilikinya, tidak hanya pariwisata, tapi juga potensi hasil-hasil pertanian, perkebunan, kelautan, UMKM dan masih banyak lainnya. “Semua potensi yang ada di Banyuwangi terus kami dorong untuk bisa maju bersama-sama,” ujarnya.

Tidak hanya birokrasi yang dilibatkan untuk mempromosikan Banyuwangi, para kepala desa juga dimotivasi untuk menampilkan keunggulan wilayahnya. Hasilnya pun cukup menggembirakan, saat ini desa-desa di Banyuwangi mulai bangkit dengan berbagai potensi masing-masing. Misalnya Desa Gombengsari yang kini tersohor sebagai desa kopi, Desa Banjar dengan potensi gula arennya, dan Desa Jambe Wangi dengan aneka olahan buah keringnya.

"Peran serta desa mempromosikan keunggulannya wilayahnya, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami. Ini membuktikan jika berbagai even promosi yang kami lakukan di tingkat kabupaten menjadi inspirasi bagi pemerintah desa untuk melakukan hal yang sama, " tuturnya.

Sementara itu, Banyuwangi terus konsisten melakukan promosi daerah melalui event kreatif bertajuk Banyuwangi Festival. Tahun 2016 ini 53 even digelar sepanjang tahun sebagai cara mengungkit kunjungan wisatawan. Banyak diantara even ini yang mengandalkan kerja sama dengan dunia usaha alias private partnership.

“Ini salah satu cara mengasah lahirnya birokrasi yang punya jiwa entrepreneurship. Dengan anggaran APBD minimal,  kita berupaya menghadirkan berbagai event wisata berkelas, seperti International Tour de Banyuwangi Ijen, Jazz Pantai, dan Festival Gandrung Sewu," tuturnya.

“Terjadi perputaran ekonomi yang dinamis selama Banyuwangi Festival. Banyak orang yang datang, menginap di hotel-hotel, makan dan berbelanja oleh-oleh. Dengan berbagai event ini juga menunjukkan kalau Banyuwangi adalah daerah aman untuk daya tarik bagi masuknya investasi,” cetus Anas.

Hasilnya, sampai 2015, investasi yang masuk di Banyuwangi mencapai Rp 11 triliun, Jika dibandingkan dengan 2010 yang investasinya baru Rp 272 miliar, investasi di Banyuwangi melonjak drastis hampir 1.100%.

Kunjungan turis juga terus meningkat. Pada 2015, jumlah turis lokal mencapai 1.926.179 orang, tumbuh 31 persen dibanding 2014 yang sebesar 1.464.948 orang. Adapun turis asing pada 2015 mencapai 46.214 orang, naik 51 persen dari 2014 yang sebanyak 30.681 orang.

"Tahun depan kami akan memperkuat brand Banyuwangi sebagai destinasi ekowisata dan investasi. Sudah ada beberapa strategi yang kami siapkan," tutup Anas.

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: