Gaet pekerja BPU, BPJS TK gelar SuperWeekend di Surabaya

Selasa, 13 Desember 2016 | 07:23 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kerenagakerjaan (BPJS TK) kian masif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial. Kali ini,  BPJS TK menyasar mall dengan menggelar acara bertajuk Gaet pekerja BPU, BPJS TK gelar SuperWeekend di Surabaya

"SuperWeekend ini merupakan media edukasi kepada masyarakat akan  sosial, sekaligus menjadi media untuk menjaring baru dan ajang sosialisasi manfaat program BPJS Ketenegakerjaan di seluruh Indonesia," ujar Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS TK, Ilyas Lubis di Surabaya, Sabtu (10/12/2016).

Kegiatan serupa juga sudah diselenggarakan secara bergantian di sejumlah Kota di Indonesia yakni Denpasar, Bandung, Palembang, Pekanbaru, Jakarta, Jogjakarta. Sentara mulai kemarin, SuperWeekend diselenggarakan secara serentak di Makassar, Surabaya dan Balikpapan. Selanjutnya akan diselenggarakan di Medan dan Tangerang.

Konsep yang diusung adalah sebuah pertunjukan musik yang didalamnya terdapat bazaar UKM dengan ciri khas lokal dari masing-masing wilayah, berbagai perlombaan juga digelar untuk memeriahkan acara tersebut, seperti diantaranya perlombaan Cosplay, lomba mewarnai bagi anak-anak, dan ajang pencarian bakat “BPJSTK Got Talent”.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat mengerti bahwa ada potensi risiko sosial ekonomi yang bisa kapan saja menimpa mereka. Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai jawaban atas kebutuhan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja di Indonesia.

Terkait kinerja BPJS TK pada tahun ini, Ilyas mengatakan cukup bagus. Hingga Oktober 2016, kinerja BPJS Ketenagakerjaan sudah mendekati target yang ditetapkan untuk periode tahun 2016 secara keseluruhan.

Penerimaan iuran per bulan Oktober  mencapai Rp. 38,70 Triliun yang merupakan 90,72% dari target tahun 2016 sebesar Rp. 42,66 Triliun. Sejalan dengan itu,pencapaian kepesertaan pada bulan Oktober 2016 untuk tenaga kerja aktif mencapai 21.073.391 peserta peserta atau setara dengan 96,14% dari target 2016. Dana investasi yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2016 telah mencapai Rp 250,33 Triliun dengan hasil investasi sebesar Rp. 19,30 Triliun.

Sementara itu, kinerja BPJS Ketenagakerjaan wilayah Jawa Timur juga terus mengalami peningkatan. Penerimaan iuran per bulan Oktober 2015 kini mencapai Rp 3,18 Triliun atau 109% dari pencapaian Oktober tahun 2015. Pencapaian kepesertaan bulan Oktober 2015 untuk tenaga kerja aktif mencapai 1.560.433 peserta atau sebesar 104,4% dari pencapaian Oktober tahun 2015.

Untuk pembayarkan klaim, ia mengaku hingga Oktober 2016 sudah mencapai sebesar Rp 16 triliun. Dari jumlah itu Rp 15 triliun dibayarkan untuk program jaminan hari tua (JHT) yang dicairkan oleh hampir 2 juta orang.

Ia mengatakan jumlah klaim JHT itu memang cukup besar. Hal ini membuktikan bahwa BPJS TK telah membayarkan klaim JHT mereka dengan baik. Siapapun yang mau ambil klaim bisa dilakukan. Sementara Rp 1 triliun sisa klaim yang dibayarkan dari pembayaran untuk tiga program BPJS TK lainnya yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun. "Dari iuran yang penting kita liquit, iuran pasti tercapai, dan peserta tidak kesulitan untuk mencairkannya," tambah Ilyas .

Untuk kepesertaan, Ilyas mengakui hingga kini sudah ada 45,5 juta peserta yang mendaftar. Namun yang aktif baru 21,6 juta peserta. Aktif di sini adalah lancar dan disiplin dalam menbayarkan iurannya setiap bulan. "Ketidaklancaran iuran itu karena banyak faktor. Ada yang bilang karena kondisi ekonomi yang membuat pendapatan perusahan menurun dan sebagainya," tuturnya. 

Dari jumlah peserta yang aktif itu, sebagian besar adalah peserta dari sektor Penerima Upah atau pekerja formal. Hanya sebagian kecil yang dari sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau sektor informal. Sektor BPU ini menurut Ilyas memang masih sulit menjaringnya. Dibutuhkan edukasi yang maksimal. Sehingga pada 2020 mendatang, diharapkan 10% dari total pekerja informal (BPU)  yang berjumlah 70 juta bisa di-cover. Sedangkan, untuk pekerja informal (PU), diakui Ilyas pada 2020 bisa menjaring maksimal 80% dari 45,5 juta pekerja. 

“Menjaring pekerja informal itu sulit. Diperlukan edukasi-edukasi secara intensif, bagaimana pentingnya BPJS TK ini, seperti dengan menggekar acara seperti ini. Apalagi pekerja informal ini sangat rentan mengalami kecelakaan,” tuturnya.kbc6

 

Bagikan artikel ini: